Keterangan Gambar :

Pasien Keluhkan Pelayanan RS Bahteramas

Editors choice
808 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sultra, Bahteramas, kembali diprotes masyarakat karena pelayanan yang dinilai kasar. Seperti dikeluhkan oleh Dewi yang merupakan pihak keluarga dari pasien Siti (52 th) yang merasa tidak dilayani dengan baik dan tidak sopan.

Dewi mengeluhkan pelayanan dari pihak RS sangat lambat saat pasien mulai masuk di UGD sampai di ICU sehingga dirasa sangat merugikan pasien.

“Saat kami datang ke UGD hanya seorang perawat yang datang membantu, lalu saat kami mengecek ruang VIP yang dipesan pukul 9 pagi sudah siap dan harusnya sudah dipindahkan, tapi sudah jam 1 siang keluarga saya belum dipindahkan” ujarnya.

Selain itu, salah seorang dokter berinisial MA diduga melakukan pengusiran dengan kasar terhadap keluarga pasien yang menderita gagal ginjal tersebut. Dengan sikap kasar Dokter MA ini keluarga pasien berencana akan menggunakan jalur hukum.

“Saya memaafkan tindakan dokter itu, tapi tetap kami akan menempuh jalur hukum karena tindakannya saya rasa tidak professional,’’ tambah Dewi.
Pihak keluarga akan menggunakan bukti rekaman video yang memperlihatkan tindakan pihak rumah sakit yang dinilai kasar tersebut.
Ketika dikonfirmasi terkait masalah ini, Direktur RSUP Bahteramas, Muhammad Yusuf Hamra mengakui adanya perselisihan antara dokter dan keluarga pasien.

“Memang ada perselisihan di ruang IGD, tapi hanya kesalahpahaman saja. Jika memang pihak pasien ingin ketemu , saya siap saja untuk bertemu dengan keluarga pasien.Biar masalah ini bisa selesai dengan baik,’’ ujarnya.

Sementara itu Kepala Ruangan IGD RSUP Bahteramas, Mardiana, menjelaskan untuk pelayanan masyarakat diruang IGD sudah sesuai prosedur.

“Petugas kami yang bertugas itu berjumlah 6 orang setiap shift dan melayani banyak pasien jadi mungkin ada pasien yang tidak puas, tapi kami melakukan semuanya sesuai prosedur dan dengan semaksimal mungkin” ujarnya saat dikonfirmasi di ruang IGD.

Saat dikonfirmasi kembali, pihak keluarga pasien, Dewi menyatakan prosedur yang dinyatakan pihak rumah sakit tidak sesuai.

“Menurut saya apa yang diklarifikasi oleh pihak rumah sakit tidak sesuai dengan fakta yang saya alami di rumah sakit” ujar Dewi, Kamis, (5/1/2017). (B)