Panwaslu Berusaha Menutupi Kecurangan Salah Satu Paslon
Keterangan Gambar :

Panwaslu Berusaha Menutupi Kecurangan Salah Satu Paslon

Editors choice
117 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Sebagai lembaga yang harusnya memberikan pengawasan terhadap pelanggaran Pilkada Kota Kendari, harusnya Panwas Kota Kendari tidak harus bersikap tertutup dengan media, terkait pelanggaran yang dilakukan Paslon lain.

Seperti yang terjadi, di Kantor Panwas Kota Kendari, Kamis (16/2/2017) saat ditemui usai berdiskusi dengan tim Paslon Razak-Haris yang melakukan aksi demontrasi untuk menuntut terkait ketegasan Panwaslu menanggapi tindakan-tindakan kecurangan yang terjadi pada saat sebelum dan sesudah pemungutan suara.

“Kalau saksinnya pasangan calon dalam aturan yang berhak menjawab itu devisi penindakan dan pelanggaran. Menunjuk pada siapa yang melakukan berarti berbicara penanggung jawaban siapa, dalam hal ini berarti hukum atau pidana dan masuk dalam sasaran tersangka. Jadi domainnya pengadilan,” ujar Ketua Panwas Kota Kendari, Alasman Mpesau, Kamis (16/2).

Namun ketika dicerca pertanyaan dengan awak media masalah tim Paslon mana yang kedapatan melanggar, Alasman berusaha untuk tidak menjawab pertanyaan tersebut dan memberi komentar yang lain.

Tidak mau menyerah lagi-lagi rekan media berusaha menanyai hal yang sama kepada ketua Panwaslu. Namun ia masih berkilah dengan alasan bukan wewenangnya.

“Itu nanti persoalan di pengadilan yah yang membuktikan, karena itu sifatnya teknis nanti pengadilan yang verifikasi dan menetapkan tersangka,” ujarnya dengan nada kesal.

Ia juga menegaskan dengan nada emosi mengatakan bahwa tidak ada unsur pidana terkait money politik pada pasal 178 A terkait yang menyuruh tidak ada pembuktian untuk membuktikan siapa yang menyuruh.

“Tidak ada ketentuan untuk membuktikan siapa yang menyuruh, terkait dengan money politik dengan dua bukti sah sudah cukup dalam penyelidikan,” tegasnya.

Untuk diketahui pada saat penyampaian aspirasi tim Paslon Razak-Haris kepada Panwaslu, media tidak dibenarkan untuk mengikuti dalam perbincangan tersebut malah awak media tidak dibolehkan berada di Kantor Panwaslu oleh petugas yang lagi berjaga. (B)

About author