Organisasi Pers Desak Kapolda Usut Kasus Kekerasan Wartawan di Raha
Keterangan Gambar :

Organisasi Pers Desak Kapolda Usut Kasus Kekerasan Wartawan di Raha

Editors choice
293 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sultra mendesak Kapolda Sultra mengusut kasus kekerasan yang dilakukan oknum PNS RS di Raha terhadap wartawan Ahmad Efendi.

Tidak hanya itu organisasi pers ini juga mengecam tindakan yang dilakukan oknum pegawai di Rumah Sakit di Raha ini.

Dimana aksi kekerasan terjadi saat Ahmad dari Media Kolaka Pos hendak melakukan peliputan dan konfirmasi terhadap dugaan pungli yang dilakukan oleh staff di RSUD Muna sebanyak dua kali.

Pada saat hendak melakukan konfirmasi kedua kalinya yang diikuti pengambilan gambar, beberapa staff marah dan mencoba merebut kamera jurnalis bahkan beberapa orang hendak menganiaya jurnalis.

Atas kejadian tersebut, organisasi jurnalis Kendari AJI dan IJTI bersama seluruh perwakilan jurnalis Kendari melakukan aksi solidaritas di Mapolda Sultra mengecam tindak kekerasan yang kerap dilakukan oknum terhadap jurnalis yang dianggap sebagai bentuk upaya untuk membungkam dan menghalangi kinerja jurnalistik.

Ketua IJTI, Asdar Zuula mengatakan pihaknya menyesalkan tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh beberapa oknum terhadap jurnalis yang hendak melakukan tugas peliputan di lapangan yang diduga akan menimbulkan efek trauma terhadap jurnalis di Sultra khususnya dan Indonesia pada umumnya.

“Kita sangat menyesalkan dengan adanya upaya seperti itu karena negara kita ini negara hukum, semua punya status hukum yang sama, dalam UU pers pun sudah diatur. Kepada siapapun yang merasa keberatan dengan karya jurnalistik maupun tugas-tugas teman di lapangan itu ada mekanismenya yang bisa di tempuh, ada hak jawab, hak koreksi dan sebagainya yang diatur oleh undang-undang,” kata Asdar di Polda Sultra, Rabu (29/03/17).

Selain di Kabupaten Muna, aksi kekerasan juga terjadi di Medan Sumatera Utara yang menimpa salah seorang Jurnalis INEWS TV Medan.

Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi di rumah kontrakan korban, Jl Pasar III, Mabar Hilir pada Kamis (23/03/17) sekira pukul 21.30 wib.

Aksi solidaritas Jurnalis Kendari di depan Mapolda Sultra

Dalam aksi solidaritas tersebut, Massa Aksi menyatakan sikap meminta Kapolda Sultra untuk mengusut tuntas kasus kekerasan terhadap jurnalis Kolaka Pos (Ahmad Effendi) karena tindakan pelaku telah menimbulkan trauma dan mencoreng semangat reformasi, meminta Bupati Muna memberikan sanksi tegas kepada sejumlah oknum pegawai RSUD Muna yang menghalangi jurnalis dalam melakukan liputan dan Mendesak Polda Sumatera Utara melalui Polda Sultra agar segera menuntaskan kasus kekerasan terhadap jurnalis Inews TV Medan (Adi Palapa Harahap).

“Sejatinya hari ini aksi yang kami lakukan bukan saja wujud solidaritas terhadap kawan kami di Muna tetapi ada juga kawan kami di Medan juga yang mengalami tindakan kekerasan dan penganiayaan di dalam rumahnya sendiri yang diduga dilakukan oleh oknum Polri dan TNI disana,” ungkapnya.

“Di dalam kesempatan ini, kami meminta kepada Kapolda Sultra untuk menyampaikan kepada Kapolres Muna untuk tidak main-main memproses kasus ini, kita mendesak kepada Kapolres Muna supaya menyeret para pelaku yang diduga telah menganiaya kawan kami disana, ” tambah Asdar.

Menanggapi hal tersebut, pihak Polda Sultra melalui Kasubdit PID Polda Sultra, Kompol. Dolfi Kumaseh mengatakan pihaknya akan mempresur untuk mempercepat proses penanganan kasus penganiayaan yang dilakukan oknum pegawai RSUD Muna tersebut.

ilustrasi penganiayaan oknum terhadap Jurnalis Indonesia

“Kami juga sangat menyayangkan atas terjadinya kekerasan ini kepada media, namun demikian aspirasi rekan-rekan akan kami laporkan sehingga Pak Kapolda bisa mempresur untuk percepatan penanganan kasus yang terjadi di Muna sehingga tidak menjadi trauma terhadap rekan-rekan yang meliput di wilayah kabupaten mudan dan juga mungkin di seluruh wilayah di Sulawesi.(B)