Orasi di Mapolda Sultra, Keluarga Almarhum Yusuf Tuntut Kejelasan Kasus September Berdarah
Keterangan Gambar :

Orasi di Mapolda Sultra, Keluarga Almarhum Yusuf Tuntut Kejelasan Kasus September Berdarah

463 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Sultra Bersatu kembali berunjukrasa di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Selasa, (22/10/2019). Masa aksi kembali menuntut kejelasan kasus penembakan dan kekerasan yang menewaskan Almarhum Randi dan Muhammad Yusuf Kardawi.

Ratusan Mahasiswa bersama Keluarga Almarhum Yusuf dalam Aksi Unjuk Rasa di Mapolda Sultra, Selasa, (22/10/2019)

Dalam aksi tersebut juga hadir Samsudin selaku keluarga almarhum Yusuf Kardawi yang secara lantang meluapkan aspirasinya dalam orasi singkat di atas mobil sound sistem yang dikerumuni ratusan mahasiswa yang dijaga ketat oleh ratusan aparat Kepolisian.

Samsudin mengatakan, penanganan kasus yang melibatkan instansi Kepolisian ini terkesan lambat, pasalnya, kasus yang sudah berjalan selama sebulan sejak 26 September lalu belum juga menunjukan titik terang terkait pelaku kekerasan dan penembakan atas Almarhum Yusuf dan Randi. Untuk itu, pihaknya meminta agar pihak kepolisian segera menetapkan tersangka dalam kasus itu.

“Kami datang disini untuk meminta kejelasan dari pihak Kepolisian terkait pembunuhan saudara kami Yusuf Kardawi dan Randi. Sudah sejak 26 September lalu kasus ini berjalan tapi penindakan terperiksa masih dalam proses sidang disiplin dan masih jauh dari kejelasan tersangka. Olehnya itu kami kesini mendesak untuk segera menetapkan pelaku pembunuh Yusuf dan Randi sekarang juga,” kata Samsudin saat melakukan orasi di lokasi Unras, Selasa, (22/10/2019).

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sultra, AKBP. Harry Goldenhardt dikonfirmasi terpisah mengatakan, pihaknya akan menjalankan proses kasus ini sebagai mana mestinya tanpa menyurutkan proses pidana terhadap keenam terperiksa.

“Prosesnya sementara berjalan, saat ini sedang dilakukan uji balistik oleh Mabes Polri, uji balistik di Labfor Makassar, oleh labfor Makassar diuji di Mabes Polri, karena ini ada keterkaitan dengan dugaan keterlibatan oknum anggota Polri, untuk  menjaga independensi dan objektivitas maka kita juga menggunakan “Second Oppinion” yaitu barang bukti tersebut dikirim ke Australia untuk dilakukan uji balistik,” jelas AKBP. Harry Goldenhardt.

Tidak puas dengan jawaban Polri, massa aksi akhirnya nekad melakukan tindakan agresif hingga melancarkan lemparan batu ke arah pihak kepolisian yang melakukan tugas pengamanan Unras, untuk menyurutkan aksi berbahaya massa aksi, pihak kepolisian akhirnya melepaskan tembakan meriam air (Water Cannon) dan gas air mata.