Orang Tua Yusuf Kardawi: Meski Ikhlas Tapi Kasus Ini Harus Diungkap Secepatnya
Keterangan Gambar :

Orang Tua Yusuf Kardawi: Meski Ikhlas Tapi Kasus Ini Harus Diungkap Secepatnya

65 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Kedua orang tua Almarhum Muhammad Yusuf Kardawi akhirnya angkat bicara soal kematian anaknya dalam peristiwa September Berdarah (Sedarah) pada tanggal 26 September 2019 lalu.

Ayah Almarhum Yusuf, Ramlan (42) bersama Ibunda Yusuf, Endang Yulida yang ditemui di BTN. Boulevard Regency Blok D.24, Kelurahan Mokoau, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, mengaku legowo dengan kematian anaknya dan tidak pernah melaporkan hal tersebut untuk dikasuskan.

“Pada prinsipnya kematian anak kami merupakan takdir dari yang Maha Kuasa, jadi secara pribadi kami tidak pernah melaporkan hal ini agar dikasuskan,” kata Ayah Yusuf dengan tegar, Selasa, (29/10/2019).

Ia meyakini, meski tidak dilaporkan untuk dikasuskan, atas nama kemanusiaan di negara hukum ini, pihak Kepolisian pasti akan mengungkap dan menemukan siapa pelaku penembakan yang menewaskan buah hati mereka.

“Berkaitan dengan penanganan kasus anak kami banyak pihak yang menilai bahwa penanganannya berkesan lamban, tapi kami mendapatkan informasi dari kepolisian bahwa penyidikan dan penyelidikan melalui tahapan-tahapan tertentu,” ungkapnya.

“Harapan kami yakni pihak kepolisian di Mabes Polri bisa bekerja lebih cepat sehingga gejolak unjuk rasa bisa berhenti,” lanjutnya.

Sementara itu, Ibunda Almarhum Yusuf Kardawi, Endang Yulida mengaku sangat berterimakasih kepada mahasiswa yang sampai saat ini masih konsisten dan ikhlas turun kejalan untuk menyuarakan keadilan bagi anaknya.

Namun, Endang berpesan agar dalam berunjukrasa dan menyuarakan keadilan harus dilakukan secara damai dan tidak bertindak anarkis, apalagi sampai ada korban berjatuhan.

“Saya mohon jangan ada lagi ibu-ibu yang lain yang merasakan sakit kehilangan anak seperti saya. Saya mohon kepada mahasiswa yang lain bersuaralah dengan keras dan lantang asal jangan yang namanya anarkis, saya tidak mau lagi ada korban,” ungkapnya.

Untuk diketahui, penanganan kasus penembakan dan kekerasan yang menewaskan Randi dan Yusuf Kardawi saat ini masih dalam tahap penyelidikan dan pengujian barang bukti yang ditemukan di lokasi Unras di sekitaran Gedung DPRD Sultra.

Beberapa waktu lalu, keenam polisi terperiksa dalam kasus ini sudah menjalani sidang disiplin, keenamnya inisial DK, GM, MI, MA, H dan E dinyatakan melanggar disiplin karena tidak mentaati perintah pimpinan yakni membawa senjata api saat menjalankan tugas pengamanan Unras.

Terhadap keenam anggota polisi ini, telah diputuskan dan dijatuhi hukuman disiplin berupa teguran tertulis, kemudian penundaan kenaikan pangkat selama 1 tahun, penundaan kenaikan gaji berkala selama 1  tahun, penundaan pendidikan selama 1 tahun, dan penempatan di tempat khusus selama 21 hari.

Sidang disiplin, dipastikan tidak akan menyusutkan proses pidana terhadap terduga pelaku penembakan dan kekerasan terhadap Randi dan Yusuf.

Sedangkan untuk barang bukti yang sudah ditemukan berupa dua butir proyektil dan enam butir selongsong peluru sedang dilakukan proses uji balistik oleh Mabes Polri di Australia.