Oknum DPRD Butur Tersangka Penganiayaan Tidak Ditahan, Warga Pertanyakan Kinerja Polda
Keterangan Gambar :

Oknum DPRD Butur Tersangka Penganiayaan Tidak Ditahan, Warga Pertanyakan Kinerja Polda

245 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Oknum Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buton Utara (Butur) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terduga pelaku penganiayaan yang mengamuk di Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Kulisusu Barat pada 14 September 2019 lalu saat ini kasusnya masih terus berproses di Kepolisian Daerah (Polda) Sultra.

Meskipun sudah merugikan korban yang dianiaya, Ahmad Afif Darfin (34) anggota DPRD Butur itu tidak ditahan oleh pihak kepolisian.

Ditemui di Mapolda Sultra, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sultra, AKBP. La Ode Aris Elfatar mengatakan, pihaknya memiliki alasan kuat untuk tidak menahan Afif terduga penganiaya tersebut.

Persoalan penahanan ini bukan kewajiban harus ditahan seorang tersangka dalam melakukan perbuatan melawan hukum, tetapi ketika juga itu harus dilakukan penahanan ada juga rambu-rambu yang membatasi,” kata LaOde Aris, Jumat, (22/11/2019).

Kita tidak hanya bisa melihat dalam sisi unsur objektifnya bahwa perbuatan pidana ini diancam 5 (lima) tahun penjara. Tetapi juga dari sisi pelaku bahwa apakah dia akan mengulangi lagi perbuatannya, atau menghilangkan barang bukti atau melarikan diri ini juga wajib dipertimbangkan untuk dilakukan penahanan,” jelasnya.

Ia mengatakan, sejauh ini proses hukum atas kasus penganiayaan tersebut masih terus berjalan dan berkas perkara masih berada di tangan kejaksaan,

Sudah ada petunjuk kepada penyidik untuk melakukan pemeriksaan terhadap Kapolsek,” ungkapnya.

Ia juga menjamin, proses hukum tindak penganiayaan yang dilakukan oknum anggota DPRD Butur tersebut akan terus berjalan dan siapa saja yang terindikasi sebagai pelaku akan diproses sampai tuntas.

Saya AKBP. LaOde Aris Elatar selaku Direktur Reserse Kriminal Umum akan memproses tuntas terhadap kejadian tanggal 14 September 2019 di Kantor Polsek Kulisusu Barat. Siapa saja yang terindikasi sebagai pelaku saya akan proses tuntas,” katanya berjanji.

Sementara itu, Harlan (mahasiswa Butur) mewakili Kerukunan Mahasiswa Buton Utara menuntut agar Ahmad Afif Darfin segera ditahan. Ia mengatakan, jika tidak ditahan, ditakutkan akan terjadi tindakan yang bisa memperlambat proses penindakan kepolisian.

Kalau tidak ditahan ditakutkan dia (Afif) bisa menghilangkan bukti ataupun melarikan diri, bukan hanya itu, ditakutkan juga jangan sampai ada tindakan represif dari keluarga korban terhadap pribadi Afif,” kata Harlan, Koordinator Lapangan KM. Butur yang melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sultra, Jumat, (22/11/2019).

Sebelumnya, Afif sempat ditangkap oleh Buser 77 Polres Kendari pada 23 September 2019 lalu, namun rumor yang beredar, Afif berhasil bebas setelah ditangguhkan oleh oknum pejabat tertinggi di Butur.

Bukan itu persoalan utamanya, persoalan utamanya adalah alasan subjektif dan objektif, bukan masalah jaminan. Pokoknya penahanan itu tidak boleh dilakukan ketika hanya 1 (satu) unsur yang melekat, ketika dia mengatakan melihat bahwa pidana ini diancam dengan ancaman 5 (lima) tahun keatas terus dilakukan penahanan itu salah, tetapi juga harus melihat alasan lain yaitu tidak akan mengulangi perbuatannya, tidak akan melarikan diri ataupun tidak akan menghilangkan barang bukti,” papar LaOde Aris.