OJK Sultra Paparkan Perkembangan Industri Jasa Keuangan Tahun 2022

OJK Sultra Paparkan Perkembangan Industri Jasa Keuangan Tahun 2022

0

Kendari, Radarsultra.co.id – Dipenghujung tahun 2022, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali memberikan informasi perkembangan terkait Industri Jasa Keuangan sampai September 2022.

OJK Sultra Paparkan Perkembangan Industri Jasa Keuangan Tahun 2022

Hal tersebut dilakukan dalam kegiatan Bicang Jasa Keuangan (BIJAK) yang dilaksanakan di Gedung Learning Center OJK Sultra, diikuti oleh 40 insan media lokal, baik elektronik, cetak dan online dengan mengangkat tema “Bijak Berhutang dan Waspada Penipuan Yang Berkedok Investasi”.

Kepala OJK Sultra, Arjaya Dwi Raya dalam kegiatan tersebut menjelaskan, secara umum kinerja industri jasa keuangan sampai dengan posisi September 2022 tumbuh positif baik di industri perbankan, pasar modal maupun industri keuangan non bank (IKNB) seperti Aset tumbuh menjadi 7,51% (yoy) menjadi sebesar 42,02 T.

Untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 10,65% (yoy) menjadi sebesar Rp29,30 T, kredit yang diberikan tumbuh sebesar 8,76% (yoy) menjadi sebesar Rp34,19 triliun dengan kualitas kredit terjaga pada kondisi yang baik tercermin dari rasio Non Performing Loan (NPL) sebesar 1,73% dibawah treshhold 5% dan loan to deposit ratio 116,69%”, ujarnya, Jum’at, (25/11/2022).

Untuk Kredit Perbankan di Sultra, lanjut Arjaya, didominasi oleh penyaluran kredit kepada Sektor Pemilikan Peralatan Rumah tangga Lainnya termasuk pinjaman multiguna yaitu sebesar 40,26%, kemudian sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 19,50%, dan sektor Untuk Pemilikan Rumah Tinggal sebesar 10,60%.

Dari sisi pertumbuhan year on year, Sektor Pertanian, Perburuan dan Kehutanan bertumbuh paling signifikan yaitu 32,75%, kemudian disusul Untuk Pemilikan Rumah Tinggal sebesar 15,41%, kemudian Sektor Perdagangan Besar dan Eceran, sektor Pertambangan dan Penggalian serta sektor Untuk Pemilikan Peralatan Rumah Tangga Lainnya masing-masing sebesar 8,99%, 6,46% dan 3,12%,” jelasnya.

Sedangkan untuk Kredit UMKM mengalami pertumbuhan sebesar 25,12% dengan rasio NPL di posisi 3,43%. Pangsa kredit UMKM mencapai 34,02% dari total penyaluran kredit sebesar Rp34,19 Triliun.

Bila dilihat dari kategori UMKM, pertumbuhan kredit UMKM secara yoy didominasi oleh Kredit Mikro sebesar 174,49% sedangkan untuk segmen Kecil dan menengah terkoreksi masing-masing sebesar -10,10%, dan -50,55%,” ungkap Arjaya.

Ditempat yang sama, Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Sultra, Maulana Yusup menambahkan, pada periode November 2022 Non Performing Fund (NPF) Perusahaan Pembiayaan posisi Agustus 2022 sebesar 1,69% membaik sebesar 0,38% dibandingkan posisi bulan sebelumnya yang mencapai 2,07%.

Pada TW 2 2022, premi dan klaim Asuransi Umum tumbuh masing-masing sebesar 255,55% dan 212,26% qtq sedangkan Premi dan klaim Asuransi Jiwa mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 23,85% dan 29,43%, Per Agustus 2022, pertumbuhan Aset Modal Ventura terkoreksi sebesar -7,63% yoy. Piutang Perusahaan Pembiayaan tumbuh sebesar 28,10% yoy.

Untuk bagian Pasar Modal, tingkat inklusi masyarakat terhadap produk investasi di Lembaga Jasa Keuangan Pasar Modal di Provinsi Sultra mengalami peningkatan yang tercermin dari jumlah rekening investasi tumbuh 68,10% yoy dengan total rekening investasi posisi Agustus 2022 sebanyak 55.842 rekening,” ujar Maulana.

Dalam kegiatan Bijak ini, selain narasumber dari OJK Sultra, jadir juga sebagai narasumber dari Anggota Satgas Waspada Investasi Ilegal (SWI), yaitu Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara, dan Dinas Komunikasi dan Informatika Sultra.

Your email address will not be published. Required fields are marked *