OJK Sultra Berikan Penghargaan Dilan Award 2021 Kepada Wali Kota Kendari
Keterangan Gambar : Wali Kota Kendari, H. Sulkarnain Kadir, SE., ME., menerima penghargaan Dilan Award dari OJK Sultra.

OJK Sultra Berikan Penghargaan Dilan Award 2021 Kepada Wali Kota Kendari

0

Kendari, Radarsultra.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) memberikan penghargaan Dilan Award 2021 kepada Wali Kota Kendari, H. Sulkarnain Kadir.

Ketgam: Wali Kota Kendari, H. Sulkarnain Kadir, SE., ME., menerima penghargaan Dilan Award dari OJK Sultra.

Penghargaan Dilan Award 2021 untuk ketegori kepala daerah wali kota/bupati yang proaktif dalam percepatan akses keuangan daerah (TPAKD) tersebut diterima Sulkarnain dalam pembukaan kegiatan Bulan Inklusi Keuangan Provinsi Sultra tahun 2021 dengan bertema “Inklusi keuangan untuk semua, bangkitkan ekonomi bangsa” yang di gelar di Kendari Town Square, Jumat, (22/10/2021).

Atas penghargaan tersebut, Sulkarnain mengucapkan terima kasih dan penghargaan tersebut menjadi motivasi Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dalam mendorong lebih aktif lagi inklusi keuangan di Kota Kendari agar menjadi lebih baik.

Khususnya dengan transaksi non tunai, Alhamdulillah di jajaran Pemkot Kendari bisa kita katakan sudah 100 persen melakukan transaksi non tunai,” ujarnya saat diwawancarai wartawan Radarsultra.co.id pada giat tersebut.

Kedepannya, lanjut Sulkarnain, pihaknya akan terus mendorong inklusi keuangan hingga kesekolah-sekolah dan juga rencana mendoronga perubahan penggunaan ATM dari yang fisik menjadi ATM digital.

Cuman memang ini (ATM), akan membutuhkan effort dan perubahan kultur. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, bahwa yang harus kita dorong ini tidak hanya perubahan fisik elektroniknya namun juga perubahan kulturnya, karena kita ini sering kali lupa bahwa kita ini sudah di era digital, ini yang ingin kita dorong,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kepala OJK Sultra, Arjaya Dwi Raya berharap, kegiatan Bulan Inklusi Keuangan 2021 ini dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan, serta memberi kemudahan untuk membuka akses keuangan untuk sektor Perbankan, Pasar Modal, maupun IKNB.

Agar kedepannya akan dapat memberikan dampak positif dalam mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional serta pencapaian target inklusi keuangan sebesar 90% pada akhir tahun 2024,” tutupnya.