Nasib Batita Kembar Siam di Kendari, Keluarga Tak Sanggupi Biaya Operasi Milyaran Rupiah
Keterangan Gambar :

Nasib Batita Kembar Siam di Kendari, Keluarga Tak Sanggupi Biaya Operasi Milyaran Rupiah

365 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Terlahir dalam keadaan kembar siam, Aqila Dewi Sabila dan Azila Dewi Sabrina, dua batita yang dijuluki ‘Bocah Honda’ di Kendari ini hanya mampu terbaring dan saling menindih saat salah satu dari mereka bergerak aktif.

Aqila Dewi Sabila dan Azila Dewi Sabrina Bayi Kembar siam

Aqila dan Azila lahir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari pada tanggal 7 Maret 2018 lalu, keduanya terlahir dengan keadaan berdempetan di bagian dada dan hanya memiliki satu organ Hati, akibat kondisi yang tidak normal tersebut, sang ibu bayi, Selvina Dewi (20) harus melahirkan dengan jalan operasi sesar.

Setahun berlalu, kini keduanya telah berusia 1 (satu) tahun 4 (empat) bulan. Dibalik kekurangan dan penderitaannya keduanya terus bertumbuh hingga mencapai berat 20 Kilogram lebih, kondisi tubuh keduanya yang berdempetan mengharuskan Bocah Honda ini untuk terus berbaring, tidak jarang keduanya meminta untuk digendong oleh orang tuanya namun bobot tubuh yang cukup berat itu membuat orang tuanya kesulitan untuk terus menggendong Aqila dan Azila.

Mengenai kodisi bayinya, Selvina Dewi mengatakan, kedua anaknya sudah pernah mendapat perawatan di RSUD Kota Kendari. Namun, pihak rumah sakit mengaku belum mampu untuk mengambil tindakan lebih lanjut karena keterbatasan tenaga medis dan biaya.

Untuk bisa menjalani kehidupan normal layaknya batita pada umumnya, Aqila dan Azila harus menjalani operasi pemisahan dan cangkok hati. Sebab meski memiliki dua tubuh, namun Aqila dan Azila hanya memiliki satu hati dan satu usus.

Melalui proses scanning berulang-ulang, kondisi keduanya sudah diketahui saat janin masih berusia 3 (tiga) bulan. Untuk menjalani operasi kembar siam, Dokter anak RSUD Kota Kendari, Deni Hariani yang menangani kedua batita ini mengatakan harus melalui beberapa tahapan dan pihak medis harus memastikan kestabilan kondisi pasien.

Menindak lanjuti hal tersebut, pihak RSUD Kota Kendari sudah berkoordinasi dengan tim dokter di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

“Tim dokter RSUD Dr. Soetomo menyarankan untuk mengoptimalkan berat badannya, kondisinya, untuk operasi,” kata Deni.

Meski kondisinya sudah dipastikan siap untuk dioperasi, proses Aqila dan Azila masih juga tertunda karena persoalan biaya, sementara kedua orang tua batita kembar siam ini hanya mengandalkan bantuan dari pihak BPJS untuk biaya pengobatan.

Ditempat terpisah, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Cabang Kendari, Iwan Kurnia, mengatakan pihaknya sejauh ini sudah berkoordinasi dengan pihak RSUD Dr. Soetomo dan Rumah Sakit Abunawas terkait penanganan Aqila dan Azila.

Iwan mengatakan, pihak BPJS memastikan seluruh biaya operasi akan ditanggung BPJS dengan persyaratan semua proses berjenjang yang dilalui telah sesuai dengan regulasi, apalagi operasi Aqila dan Azila tergolong operasi khusus.

“Tindakan ini kami tetap mengikuti tindakan yang dijamin sesuai Inasibijis (dari Indonesia Case Base Groups yaitu sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah),” kata Iwan.

Iwan menambahkan, BPJS sejauh ini telah menanggung perawatan dan pengobatan batita kembar dempet dada tersebut selama dirawat di RSUD Kota Kendari. Aqila dan Azila tercatat di BPJS sebagai peserta mandiri kelas III.

“Saya masih berkoordinasi dengan rumah sakit. Intinya bahwa kami menjamin sesuai dengan Inasibijis,” terang Iwan, saat dikonfirmasi di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Kendari.