Mengadu Nasib di Morowali, Ratusan Putra Daerah Butur Harapkan Lapangan Kerja di Tanah Kelahiran
Keterangan Gambar :

Mengadu Nasib di Morowali, Ratusan Putra Daerah Butur Harapkan Lapangan Kerja di Tanah Kelahiran

554 views
1

Morowali, Radarsultra.co.id – Ratusan Putra Daerah Kabupaten Buton Utara (BUTUR) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) saat ini sedang mengadu nasib di Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kerukunan Keluarga Butur di Morowali

Demi untuk menghidupi diri dan keluarganya, sejak tahun 2015 silam hingga 2019 ini, putra daerah Butur yang sedang dalam fase produktif satu persatu terpaksa harus meninggalkan kampung tercinta untuk mencari peruntungan di perusahaan tambang nikel di kabupaten Morowali.

Rasa kekeluargaan antar putra daerah pun semakin erat di tanah perantauan hingga akhirnya dibentuklah Kerukunan Keluarga Butur di Morowali yang beranggotakan hampir 200 orang.

Ketua Kerukunan Keluarga Butur di Morowali, Muamar Khadafi mengatakan, keputusan seluruh Warga Butur untuk merantau dilandasi oleh minimnya lapangan kerja di Kabupaten yang kaya akan hasil pertanian dan perukanan tersebut.

“Kalau untuk lapangan kerja di Butur sangat minim sekali, bagi kami yang berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja, yang bisa kami lakukan setelah tamat sekolah hanya bekerja sebagai tenaga honorer di sekolah maupun di perkantoran, kalau lulusan kesehatan pasti honor di rumah sakit atau di puskesmas dengan gaji yang sangat tidak sesuai dengan pekerjaan yang kami lakukan,” kata Muamar Khadafi, saat dihubungi via telepon, Senin, (09/09/2019).

Meskipun demikian, Pemerintah Daerah (Pemda) Butur terus mencoba untuk memanfaatkan potensi pertanian seperti padi organik dan lain sebagainya, namun kenyataannya program unggulan Pemda Butur tersebut tidak bisa menyerap tenaga kerja seperti yang diharapkan oleh masyarakat.

“Dengan potensi alam yang ada, lapangan kerja di Butur kami katakan masih minim sekali. Contohnya seperti padi organik yang dicanangkan Pemda dan program itu sekarang sudah terkenal tapi faktanya kurang menyerap tenaga kerja,” ungkapnya.

Muamar Khadafi juga mengkritisi pembangunan infrastruktur di Kabupaten Butur yang  menurutnya hingga saat ini masih belum menunjukan perubahan sejak beberapa tahun kepemimpinan Bupati Abu Hasan.

“Keluhan kami setiap kami pulang kampung, Butur tidak mengalami progres, baik itu mengenai lapangan kerja maupun infrastruktur jalan dan kami berharap kedepan Bupati terpilih dapat merealisasikan harapan kami mengenai lapangan kerja ini,” pungkasnya.