Menelisik Daerah Lingkar Tambang PT. GKP
Keterangan Gambar :

Menelisik Daerah Lingkar Tambang PT. GKP

141 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Hadirnya perusahaan tambang di Pulau Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) masih terus menuai kontroversi di tengah-tengah masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra). Ada yang pro ada juga yang kontra.

Tidak sedikit masyarakat yang menilai negative. Disisi lain dengan memanfaatkan dana CSR, perusahaan tambang juga bisa menjadi pemicu pembangunan daerah dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya masyarakat lingkar tambang.

Salah satunya yaitu perusahaan tambang, PT. Gema Kreasi Perdana (GKP) yang berlokasi di daerah Roko-roko Raya yang mencakup 5 (lima) desa yakni Desa Roko-roko, Desa Dampo-dampo Jaya, Desa Sukarela Jaya, Desa Teporoko, dan Desa Bahaba, dan dua desa lainnya yaitu desa Nambo Jaya dan Desa Sainoa Indah.

Hadir di wilayah Wawonii Tenggara, PT. GKP terus berusaha mensejahterakan masyarakat memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR). Hingga saat ini, PT. GKP telah sukses menerangi 7 (tujuh) Desa melalui program ”Desa Terang”.

Untuk mensukseskan program ini, PT. GKP menyediakan dua mesin pembangkit listrik berkekuatan besar yaitu 300 KVA yang menerangi lima desa di Roko-roko Raya. Kemudian 100 KVA menerangi dua desa lainnya, yakni Desa Nambo Jaya dan Sainoah Indah.

Untuk bisa digunakan selama 12 jam, mesin listrik 100 KVA tersebut membutuhkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar sebanyak 70 Liter yang jika dikalkulasikan selama satu bulan bisa menghabiskan 2100 liter BBM Solar yang juga disediakan oleh PT.GKP. Sementara itu, untuk mesin 300 KVA konsumsi BBMnya mencapai 200 liter per 12 jam dan dalam sebulan pihak perusahaan haris memasok 6 ton Solar.

Tokoh masyarakat Desa Nambo Jaya, Samiu (53) mengungkapkan, sebelum adanya program Desa Terang dari PT. GKP, warga desa setempat menikmati penerangan dari listrik desa yang merupakan bantuan dari mantan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Konkep, Nur Sinapoy.

“Saat pak Nur Sinapoy maju di Pilkada Konkep waktu itu, beliau memberikan kami bantuan berupa mesin genset. Itupun hanya menyala dari pukul 18.00 sampai 22.00 Wita, untuk bisa menyala, masyarakat setempat patung-patungan untuk membeli bahan bakar. Sekarang, berkat bantuan PT. GKP, kami sudah bisa menikmati penerangan listrik dari pukul 18.00 sampai 06.00 Wita,” kata Samiu.

Pada masa listrik desa bantuan mantan Plt. Bupati Konkep digunakan, warga hanya bisa menggunakan lampu dan menonton TV, sebab mesin pembangkit listrik bantuan tersebut tidak mampu menampung beban listrik dari alat elektronik lainnya.

“Kalau sekarang, Alhamdulilah kami sudah bisa menonton program TV favorit. Apalagi, kalau Fildan yang sedang menyanyi. Begitu pula kulkas dan alat elektronik lainnya juga sudah bisa kami beli, karena bisa digunakan dengan adanya genset bantuan dari PT. GKP,” ungkap Samiun.

Dirinya berharap, seiring dengan kehadiran PT. GKP dengan dinamika yang ada di masyarakat, kapasitas mesinnya bisa ditambah lagi sehingga operasionalnya meningkat menjadi 24 jam.

“Jika listrik PLN belum juga mengaliri desa kami ini, kami berharap PT. GKP bisa meningkatkan kapasitas mesinnya, sehingga bisa menyala siang malam. Saya rasa, perusahaan ini sudah banyak memberikan manfaat kepada warga, maka tidak ada alasan bagi kami untuk menolak kehadirannya, harus kita dukung terus eksistensi perusahaan ini,” ujarnya.

Di tempat lain, Sekretaris Desa (Sekdes) Suka Rela Jaya, Samaga mengapresiasi kepedulian PT. GKP terhadap masyarakat lingkar tambang.

Di tempat lain, Sekretaris Desa (Sekdes) Suka Rela Jaya, Samaga mengapresiasi kepedulian PT. GKP terhadap masyarakat lingkar tambang.

Menurut dia, “Desa Terang” yang merupakan bagian dari program CSR atau tanggung jawab sosial sangat tepat, karena menjawab kebutuhan masyarakat.

“Bantuan Desa Terang ini sudah dua bulan berjalan, kebutuhan listrik masyarakat jelas sudah terpenuhi. Saat ini, 80 persen masyarakat Desa Suka Rela Jaya tercatat sudah menyambung, sedangkan 20 persen lainnya belum karena masih teraliri listrik desa. Sebab, masyarakat sudah terlanjur membayar uang muka terhadap listrik desa tersebut,” terang Samaga

Dia juga menambahkan, bahwa sudah tak bisa dinafikan lagi, jika kehadiran PT. GKP telah meningkatkan perekonomian warga setempat.

Dijelaskannya, dengan terbukanya perusahaan ini, 80 persen angka pengangguran sudah teratasi, karena perusahaan membuka ruang seluas-luasnya untuk pemberdayaan tenaga kerja lokal.

“Alhamdulilah, banyak warga di desa kami ini dipekerjakan oleh pihak perusahaan. Selain itu, hadirnya PT. GKP juga memberikan dampak baik terhadap perekonomian masyarakat. Itu bisa dilihat dengan banyaknya warga yang membuka warung, penginapan dan ada juga warung bakso,” jelasnya.

Selain program Desa Terang, berbagai kegiatan tanggung jawab sosial juga terus dilakukan pihak perusahaan. Diantaranya pelatihan komputer, pengobatan gratis dan pembanguan dua tower BTS.