Masarakat Desa Langere Minta Memfungsikan Dana BUMDES Untuk Ketahan Pangan Selama Masa Transisi Covid-19
Keterangan Gambar : Rapat sosialisasi pencegahan wabah Covid-19 yang telah dilakukan pemerintah Desa Langere, Kecamatan Bone Gunu, Kabupaten Buton Utara (Butur)

Masarakat Desa Langere Minta Memfungsikan Dana BUMDES Untuk Ketahan Pangan Selama Masa Transisi Covid-19

154 views
1

Buton Utara, Radarsultra.co.id – Rapat sosialisasi pencegahan wabah Covid-19 yang telah dilakukan pemerintah Desa Langere, Kecamatan Bone Gunu, Kabupaten Buton Utara (Butur) pada 2 April 2020 pukul 09.00 WITA menuai kritikan positif terkait kinerja pemerintah desa terhadap pencegahan wabah COVID 19.

Dalam rapat diskusi aktif ini, pihak pemerintah desa melakukan sosialisasi tetang perilaku hidup sehat agar terhindar dari Wabah Covid-19 dan tata cara pencegahanya serta pemerintah desa memberitahu langsung kepada masarakat melakukan pembelian obat pencegahan Covid-19.

Menanggapi hal tersebut, Masyarakat menilai bahwa upaya pemerintah untuk melindungi masyarakat melalui sosialisasi juga sangat penting akan tetapi ketahan pangan juga menjadi faktor yang sangat penting bagi masyarakat selama masa tenggang waktu atau tansisi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan oleh warga desa Langere melalui perwakilannya, Al Kadir Bedi yang juga menghadiri rapat tersebut. Kadir mengungkapkan bahwa masyarakat menawarkan solusi terkait ketahan pangan dalam masa tenggang waktu tersebut berdasarkan kondisi kehidupan warga desa setempat yang hampir 100% adalah nelayan dan kebutuhan pangan hanya bisa diperoleh melalui pasar yang aksesnya harus melalui jalur laut menuju ibu pusat Kabupaten Buton Utara.

Solusi yang ditawarkan ke pemerintah desa pada rapat tersebut yaitu pemfungsian dana BUMDES yang diperuntuhkan untuk membeli beras dan dibagikan ke setiap kepala keluarga, jika pemerintah desa juga mampu memfungsikan dana Pemberdayaan Masyarakat akan lebih bagus lagi,” kata Mantan Aktifis tersebut kepada radarsultra.co.id, Sabtu, (04/04/2020).

Namun usulan tersebut tidak mendapat respon positif dari pihak Pemerintah Desa. Jawaban yang keluar dari pihak pemerintah Desa “mereka harus melakukan koordinasi dulu dengan Pemerintah Kabupaten”. Seakan Pemerintah Desa tidak ada keberanian dalam menindak lanjuti tawaran masyarakat ini. Disisi lain masarakat sepakat untuk mengembalikan anggaran yang dipakai dalam berbentuk uang setelah masa tenggang waktu transisi selesai serta penyebaran wabah COVID 19 teratasi,” lanjutnya.

Al Kadir mengatakan, Masarakat sangat tidak puas dengan rapat tersebut sebab yang di bahas hanya seputar pencegahan Covid-19 sementara efek dari wabah ini terhadap perputaran perekonomian di Desa tersebut sangat besar dampak negatifnya.

Jika masyarakat dihimbau untuk tetap dirumah saja, jaga jarak dan lain sebagainya tanpa ketersedian pangan, mereka mau makan apa…? Faktor lain terkait kepanikan wabah COVID 19 ini sangat mengganggu aktifitas mata pencaharian masarakat setempat sebab aktivitas mereka terbatas. Disamping itu pula, harga sembilan bahan pokok semakin tinggi nilai ekonomisnya dan sulit untuk dijangkau oleh masyarakat setempat,” jelasnya.

Kadir mengungkapkan, dampak dari wabah Covid-19 khususnya di Desa Langere berdampak negatif terhadap nilai jual hasil laut masarakat setempat. Khususnya harga rumput laut dan hasil laut, udang dan teripang.

Ada yang beli tetapi harga tidak sesuai dengan semestinya sehingga untuk mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari sangat susah sejak masa transisi, terlebih lagi masarakat Desa Langere mengalami krisis ekonomi dalam hal ini masarakat gagal panen disebabkan penyakit ice-ice rumput laut sehingga masarakat minta penggunaan Dana BUMDES harus difungsikan segera oleh Pemerintah Desa,” ungkapnya.

Masalah ketahanan pangan, bukan hanya kami saja sebagai masarakat Desa Langere yang berada di wilayah Kabupaten Buton Utara tentunya di Desa-Desa lain juga mungkin akan merasakan hal yang sama. Akan tetapi, Pemerintah Daerah dan seluruh jajaranya harus melakukan tindakan khusus untuk mencegah efek dari dampak negatif terkait penyebaran COVID 19.

Ketahan pangan sangat penting bagi kami masyarakat Desa Langere, pihak Pemerintah Daerah dan Pemerintah Desa harus responsif mengantisipasi efek negatif tersebut. Jangan tunggu masyarakat gaduh dan menjadi beban berat bagi Pemerintah secara keseluruhan,” tutupnya.