Masa Pandemi, Pemkot Kendari Prioritaskan Sektor Pendidikan dan Kesehatan
Keterangan Gambar : Wali Kota Kendari, H. Sulkarnain Kadir, SE.,ME

Masa Pandemi, Pemkot Kendari Prioritaskan Sektor Pendidikan dan Kesehatan

0

Kendari, Radarsultra.co.id – Dimasa pandemi Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari memprioritaskan pelayanan pada sektor pendidikan dan kesehatan dalam penganggaran tahun 2021 ini, Senin, (06/07/2021).

Menurut Wali Kota Kendari, H. Sulkarnain Kadir, salah satu tolak ukur kemajuan suatu daerah bisa dilihat dari peningkatan pelayanan dasar seperti pendidikan dan layanan kesehatan. Hal itulah yang kemudian mendasari perhatian Pemkot Kendari di kedua sektor tersebut.

“Dari sisi pendidikan, pemerintah wajib menyiapkan atau menciptakan sumber daya manusia (SDM/generasi) yang cerdas sehingga bisa memajukan bangsa ini kedepannya,” kata Sulkarnain.

Pemkot Kendari bersama BI Jadikan Pasar Baruga Sebagai Pasar Digital

Untuk di sektor kesehatan, ungkap Sulkarnain, wabah Covid-19 yang masih jadi pandemi membuat pemerintah pusat maupun pemerintah daerah harus bekerja lebih keras untuk memutus mata rantai penularannya dan upaya tersebut selain menguras tenaga kesehatan juga mempengaruhi kemampuan keuangan daerah.

Meski sudah diamanatkan oleh undang-undang, akan tetapi kedua sektor ini tetap menjadi penting dimasa pandemi Covid-19. Kami berharap, upaya pemerintah bisa menjadikan generasi di Kota Kendari sebagai gerasi yang cerdas, unggul, dan sehat,” katanya.

Ketum PB ISSI Yakin ISSI Sultra dapat Tingkatkan Prestasi Olahraga Bersepeda

Sementara itu, Wakil Wali Kota Kendari, dr. Siska Karina Imran juga mengatakan, pihaknya masih memberikan perhatian serius terhadap pendidikan dan kesehatan dan Pemkot Kendari telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 148,79 miliar. Rinciannya, Pendidikan Rp 73,26 miliar dan Kesehatan Rp 75,53 miliar.

Pendidikan dan kesehatan itu sangat penting. Apalagi dimasa pandemi Covid-19 saat ini. Oleh karena itu, kita masih prioritaskan. Bahkan yang kita tetapkan (APBD) kemarin itu melebihi Mandatory Spending yang ditetapkan pemerintah pusat. Dimana kita anggarkan 20,05 persen untuk pendidikan dan 20,67 persen untuk kesehatan,” ungkap Siska Karina Imran.