Makna Kemerdekaan dan Pandangan Abu Hasan Untuk Pembangunan di Tanah Butur
Keterangan Gambar :

Makna Kemerdekaan dan Pandangan Abu Hasan Untuk Pembangunan di Tanah Butur

129 views
0

Buton Utara, Radarsultra.co.id – Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kembali merayakan hari kemerdekaan buah dari perjuangan para pahlawan kemerdekaan 74 tahun yang lalu. Seluruh pelosok daerah menyambut dan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI dengan penuh kegembiraan dan suka cita, begitu juga di Kabupaten Buton Utara (Butur).

Memaknai kemerdekaan, Bupati Butur, Abu Hasan yang ditemui usai acara ramah tamah puncak perayaan HUT ke-74 RI di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Butur mengungkapkan makna mengisi kemerdekaan bukan hanya dari segi pembangunan fisik saja, hadiah kemerdekaan dari para pahlawan juga harus dilanjutkan dengan pembangunan mental spiritual.

Bupati Butur, Abu Hasan diacara ramah tamah puncak perayaan HUT ke-74 RI di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Butur

Abu Hasan mengatakan, cita-cita para pahlawan yang telah mendahului kita adalah memerdekakan Indonesia, namun itu bukanlah tujuan akhir, cita-cita besar dibalik kemerdekaan yaitu mewujudkan masyarakat Indonesia yang makmur dan sejahtera.

“Cita-cita pahlawan itu kan pertama Indonesia merdeka, tapi Indonesia merdeka itu bukan tujuan akhir, tentu ada cita-cita besar dibalik kemerdekaan, yakni bagaimana mewujudkan masyarakat Indonesia itu menjadi masyarakat yang adil, masyarakat yang makmur, masyarakat yang sejahtera,” kata Abu Hasan yang juga ketua DPD PDI-P Sultra ini, Sabtu malam, (17/08/2019).

Lanjut, Abu Hasan, bagi Pemerintah Daerah (Pemda) Butur, cara memaknai kemerdekaan di era milenial saat ini yaitu bukan hanya dengan melakukan pembangunan fisik saja, namun juga menata atau membangun mental spiritual masyarakat

“Pembangunan ini tidak bisa parsial kita lakukan, apalagi di era sekarang ini, pembangunan fisik tidak cukup, membangun gedung, jalan, jembatan tidak cukup, tapi yang paling penting adalah membangun budaya, membangun mental spiritual. Jepang maju memang karena SDMnya sudah maju, tetapi mereka menghargai budayanya, budaya Jepang itu sangat dijunjung tinggi, Cina maju bukan hanya karena SDMnya unggul, tapi karena budaya mereka pertahankan,” ungkapnya

“Jadi hampir semua negara-negara yang mempertahankan nilai-nilai budayanya itu yang syarat dengan pembangunan ternyata negaranya maju, Buton Utara juga kita punya nilai-nilai budaya yang syarat dengan nilai-nilai pembangunan. Jadi ada korelasi sebenarnya antara nilai-nilai budaya dengan nilai-nilai pembangunan kita,” lanjutnya.

Abu Hasan mengungkapkan, nilai-nilai budaya Kulisusu yang dimiliki masyarakat mengajarkan seseorang untuk bisa efisien, efektif, produktif, dan ekonomis.

“Pembangunan juga begitu, bagaimana pembangunan ini dengan anggaran yang terbatas kita bisa efisien, kita efektif, kita produktif, kita ekonomis, kita transparan, itu semua nilai-nilai,” tukasnya.

Menurutnya, pembangunan di Butur harus dijalankan secara komprehensif, tidak hanya mengedepankan satu aspek saja (pembangunan fisik) namun juga harus memperhatikan nilai-nilai budaya yang tidak bisa dipresentasikan seperti pembangunan fisik.

“Jadi maksud saya Buton Utara ini harus kita bangun secara komprehensif, tidak hanya satu aspek, memang membangun nilai budaya itu tidak kelihatan seperti membangun fisik, misalnya kalau fisik kan bisa kita liat, ini presentasenya sudah 50, 60 persen, budaya tidak bisa kita presentasi, mental spiritual tidak bisa kita presentasi, tapi bisa kita rasakan, kalau sebuah daerah sudah berbudaya itu terasa dalam kehidupan keseharian, kalau sudatu daerah sudah religius, nilai-nilai agama sudah terpatri, itu terasa dalam kehidupan, dan itu nilainya amat sangat besar tidak bisa dinilai dengan materi,” pungkasnya.