Lima Terperiksa Jalani Sidang Lanjutan, Polisi Pastikan Tidak Akan Menyurutkan Proses Pidana
Keterangan Gambar :

Lima Terperiksa Jalani Sidang Lanjutan, Polisi Pastikan Tidak Akan Menyurutkan Proses Pidana

165 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id  – Lima anggota Polisi terperiksa menjalani sidang lanjutan di ruang sidang Bid Propam Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra) terkait kasus penembakan dan kekerasan yang menewaskan almarhum Randi dan Muhammad Yusuf Kardawi pada 26 September 2019 lalu.

Kelima terperiksa menjalani disidang karena diduga melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan Unjuk Rasa (Unras) di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pada sidang sebelumnya, kelima terperiksa inisial GM, MI, MA, H dan E disebut melanggar disiplin karena tidak mengikuti apel pada saat pasukan pengamanan Unras akan diberangkatkan untuk menjalankan tugas, sehingga instruksi Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kendari dan Pamobvit terkait penggunaan alat pengamanan tidak disimak oleh terperiksa.

Kabid Humas Polda Sultra mengatakan, pada sidang lanjutan ini  dihadirkan saksi-saksi dari internal dan eksternal Kepolisian.

“Jadi pemeriksaan awal yaitu pada minggu kemarin adalah kita mendengarkan keterangan saksi-saksi, kemudian hari ini adalah kita mendengarkan daripada para terperiksa. Saksinya ada dari internal kepolisian, ada juga dari eksternal,” kata AKBP. Harry Goldenhardt saat ditemui di Mapolda Sultra, Selasa, (22/10/2019).

Kabid Humas menggaransikan, Proses sidang disiplin ini hanyalah untuk kepentingan di internal kepolisian, sementara proses pidana dipastikan tetap berjalan sebagaimana proses pidana pada umumnya

“Sidang Kode etik ini tidak menyurutkan proses pidana, sidang kode etik untuk kepentingan internal saja, ini hukuman secara internal, proses pidana tetap berjalan,” ungkapnya.