Lima Pelajaran dari Peristiwa Isra Miraj
Keterangan Gambar : La Nita, S.Pd., M.M

Lima Pelajaran dari Peristiwa Isra Miraj

0

Butur, Radarsultra.co.id – Peristiwa Isra Miraj adalah salah satu peristiwa agung dalam perjalanan hidup Nabi Muhammad. SAW. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa inilah Nabi Muhammad mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam.

Dari peristiwa Isra Miraj ini terdapat lima pelajaran penting yang dapat diambil oleh umat Islam.

Pertama
Bahwa yang Allah Isra’kan adalah hamba-Nya. Kata hamba maksudnya adalah Rasulullah Muhammad, SAW. Ini merupakan deklarasi dari Allah, SWT, bahwa Muhammad, SAW adalah contoh hamba-Nya untuk seluruh umat di penjuru bumi mencapai derajat kehambaan.

Mengapa?
* Allah memuji akhlaknya”( Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung; Al Qalam: 4)”

* Rasulullah, SAW dijamin masuk surga, maka siapa yang ingin masuk surga tidak ada pilihan kecuali dengan mencontoh Rasulullah

* Perbuatan Rasulullah adalah terjemahan hidup dari Al-Qur’an itu sendiri. Maka tidak mungkin seseorang paham maksud Al-Qur’an tanpa merujuk kepada sejarah perjuangan Nabi Muhammad, SAW.

Kedua
Isra Miraj adalah kemuliaan dan keistimewaan dari Allah kepada hamba-Nya tercinta, Nabi Muhammad SAW.

Nabi baru saja mengalami hal yang amat menyedihkan, yaitu wafatnya Khodijah sebagai istri tercinta, dan wafatnya paman tercinta yaitu Abu Thalib.

Allah ingin menguatkan hati Nabi dengan melihat secara langsung kebesaran Allah SWT. Sehingga hati Nabi semakin mantap dan teguh dalam menyebarkan Agama Allah SWT.

Ini memberikan pelajaran kepada kita, bahwa siapa pun yang berjuang di jalan Allah, dan menegakkan agama, seperti dengan memakmurkan masjid, memakmurkan majlis ilmu, dzikir dan tahlil, Allah akan memberikan kebahagiaan dan keistimewaan baginya.

Ketiga
Adanya perintah kewajiban menjalankan shalat lima waktu bagi setiap muslim.

Jika Nabi melakukan Isra’ Mi’raj dengan ruh dan jasadnya sebagai mukjizat, sebuah keharusan bagi tiap Muslim menghadap (mi’raj) kepada Allah, SWT lima kali sehari dengan jiwa dan hati yang khusyu.

Dengan shalat yang khusyu, seseorang akan merasa diawasi oleh Allah, sehingga ia malu untuk menuruti syahwat dan hawa nafsu, berkata kotor, mencaci orang lain, berbuat bohong. Dan sebaliknya lebih senang dan mudah untuk melakukan banyak kebaikan.

Hal tersebut demi mengagungkan keesaan dan kebesaran Allah, sehingga dapat menjadi makhluk Allah yang terbaik di muka bumi ini.

Keempat
Isra Miraj adalah mukjizat Nabi Muhammad Saw., dengan perjalanan beliau dari Masjidil Aqsha menuju Sidratul Muntaha.

Dalam sejarah, Itu adalah perjalanan pertama manusia di dunia menuju luar angkasa, dan kembali menuju bumi dengan selamat.

Jika hal ini telah terjadi di zaman Nabi, 1400 tahun yang lalu, hal tersebut memberikan pelajaran bagi umat Islam agar mandiri, belajar, bangkit dan meningkatkan kemampuan, tidak hanya dalam masalah agama, sosial, politik, dan ekonomi, namun juga harus melek terhadap sains dan teknologi.

Perjalanan menuju ke luar angkasa adalah sains dan teknologi tingkat tinggi yang menjadi salah satu tolok ukur kemajuan sebuah umat dan bangsa.

Kelima
Dalam perjalanan Isra’ Mi’raj, dihubungkan dua masjid umat Islam, yaitu Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha.

Hal tersebut memberikan pelajaran bagi kita beberapa hal:
* bahwa Allah, SWT, sangat mencintai masjid
* bahwa semua bumi ini diciptakan oleh Allah untuk tempat bersujud
* bahwa siapapun yang mengaku beriman, ia pasti mencintai masjid dan ikut memakmurkan masjid. Allah berfirman” Yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut selain kepada Allah( At-taubah:18).

Semoga kita selalu menjadi umat yang selalu dapat mengambil hikmah dari peristiwa Isra Miraj ini dan mengamalkannya dengan sebaik-baiknya. Amiin.

Penulis: La Nita, S.Pd., M.M., ASN di Kabupaten Buton Utara yang mengisi jabatan strategis sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Buton Utara. Semasa kuliah penulis juga merupakan Kader HMI.