Libatkan Kelompok Dasa Wisma, Pemda Butur Mulai Tingkatkan Produksi Tanaman Pangan Non Padi
Keterangan Gambar :

Libatkan Kelompok Dasa Wisma, Pemda Butur Mulai Tingkatkan Produksi Tanaman Pangan Non Padi

51 views
0

Butur, Radarsultra.co.id – Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara (Sultra) Yusuf, mengungkapkan Pentingnya bahan pangan non beras seperti umbi-umbian, hal tersebut termotivasi dari angka konsumsi beras yang cukup tinggi dimana hampir semua masyarakat belum bisa lepas dari nasi sebagai bahan pokok utama.

Menurut dia, umbi-umbian merupakan makanan pengganti nasi yang sangat baik, kandungan karbohidrat yang dimiliki umbi-umbian baik itu ubi jalar, singkong, jagung, pisang, sukun dan lain sebaginya diyakini bisa memenuhi kebutuhan karbohidrat di tubuh manusia.

Untuk mewujudkan peningkatan produksi umbi-umbian tersebut, Dinas Ketahanan Pangan Butur mencanangkan program gerakan menanam umbi-umbian dengan melibatkan kelompok dasa wisma PKK di Kecamatan Kulisusu dengan berkebun di sekitar rumah yang dikerjakan oleh ibu-ibu dibawah koordinasi ketua kelopmpok, baik tingkat Tim Penggerak PKK Desa, PKK kecamatan sampai dengan PKK kabupaten.

“Ibu-ibu PKK yang terlibat di Kelompok Dasa Wisma mau menanam umbi-umbian di pekarangan sehingga ada ketahanan pangan di tingkat dasa wisma,”ungkapnya saat di konfirmasi via WhatsApp, Kamis (05/09/2019).

Sementara itu, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kerjasama Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Marolop Nainggolan mengaku sangat mendukung gerakan menanam umbi-umbian yang diinisiasi oleh Pemda Butur, bahkan Marolop siap membantu untuk mengekspor hasil tanam umbi-umbian tersebut jika jumlahnya mencukupi untuk diekspor.

Marolop Nainggolan juga mengatakan, di Eropa saat ini sedang ada perkembangan gerakan Nobel food (Makanan baru), untuk mencari seluruh jenis makan yang sama sekali belum diketahui yang mungkin di Indonesia dikenal sebagai makan yang dirambat atau makanan kelas dua.

“Kita ngak sadar di dalam makanan yang kelas dua itu, ternyata banyak nutrisi protein dan lain sebagainya bagus untuk kesehatan,” kata Marolop Nainggolan.

“Jadi contoh penduduk Jepang umbi omorpolus, umbi itu biasanya tumbuh di hutan, ada di Butur tapi susah carinya Itu katanya Kalau di olah bisa seperti jelley jadi makanan bagus, bagus untuk kesehatan,”lanjutnya.

Marolop Nainggolan, berharap pemerintah daerah kembali pada produk organik, sebab ia meyakini bahwa makanan dengan bahan organik sudah pasti sehat.

“Saya berharap terutama kepada pemerintah Buton Utara pertahankan Icon organik disini. Dan terus mempertahankan lahan pertanian,”tegasnya.

“ini satu-satunya pemda yang menonjol disini, dan saya yakin Pemda akan kebanjiran permintaan produk organik dunia kalau orang tau,”tutupnya.