Lagi! Polda Sultra Ungkap 1,2 Kg Sabu Jaringan Lapas
Keterangan Gambar :

Lagi! Polda Sultra Ungkap 1,2 Kg Sabu Jaringan Lapas

150 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Seakan tidak ada habisnya, kasus peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkotika golongan 1 (satu) jenis Sabu-sabu terus menjadi momok yang mengancam generasi muda tidak terkecuali di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sultra telah merilis pengungkapan kurang lebih 750 Gram Sabu pada 25 Oktober 2019 lalu, berselang beberapa hari Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) juga merilis hasil temuan 1,2 Kg Sabu pada 29 Oktober 2019.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sultra, Brigadir Jendral Polisi (BJP). Merdisyam mengatakan, pengungkapan kali ini tidak terlepas dari peran masyarakat yang memberikan informasi tentang adanya dugaan peredaran gelap Narkoba di salah satu perusahaan transportasi di Kota Kendari.

“Tersangka inisial K ditangkap sesaat setelah menandatangani bukti penerimaan paket kiriman di perwakilan PT. Puteri Unaaha Utama dan setelah paket kiriman tersebut diserahkan, Tim Opsnal Subdit I Ditresnarkoba langsung melakukan penangkapan dan melakukan pemeriksaan terhadap isi paket kiriman berupa dus,” kata BJP. Merdisyam saat menggelar siaran media di Mapolda Sultra, Selasa, (29/10/2019).

Setelah dilakukan pemeriksaan, pihak kepolisian akhirnya menemukan dua bungkus plastik bening besar diduga berisi Narkotika jenis Sabu seberat 1.020 Gram.

“Kemudian dilakukan juga penangkapan terhadap tersangka inisial G yaitu orang yang bekerjasama dengan TSK. Kurniawan untuk mengambil paket berisi kiriman sabu tersebut,” ungkapnya.

Kedua tersangka diketahui bekerjasama untuk melancarkan peredaran Sabu dimana peran pelaku masing-masing sebagai kurir dan pengedar jaringan peredaran narkotika di Kota Kendari.

“Barang ini masuk dari Sulsel yang dikirim melalui jasa ekspedisi. Jaringan antar provinsi Makassar-Kendari dengan menggunakan jasa pengiriman barang pada mobil antar provinsi,” jelasnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, Pihak kepolisian mengaku telah mengantongi nama pengendali yang merupakan Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kendari dan Napi Lapas Kelas II A Kolaka.

“Selanjutnya kita masih melakukan pendalaman terhadap para pengendali,” lanjutnya.

Dari hasil penangkapan, Pihak kepolisian berhasil mengamankan Barang Bukti (BB) Narkotika berupa 2 (dua) bungkus besar berisi Narkotika jenis sabu dengan berat bruto 1.020 Gram dan BB non Narkotika berupa 1 (satu) dus Indomie bertuliskan To HJ. Hasma, uang tunai total Rp. 1.768.000, 1 (satu) lembar slip transfer BRI Link atas nama Desty Arisandy, 1 (satu) buah HP merk Oppo, 1 (satu) buah buku tabungan bank BNI dan 1 (satu) lembar slip transfer bank BNI.

Atas perbuatannya, kedua tersangka diduga melanggar pasal 132 ayat (1) Jo pasal 114 ayat (2) Undang-undang RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana paling singkat 5 (lima) tahun paling lama 20 tahun dengan denda sebesar 8 (delapan) hingga 10 (sepuluh) miliar rupiah.