Kunjungan Sandi Uno Berikan Dampak Positif Untuk Ekonomi di Wakatobi

Kunjungan Sandi Uno Berikan Dampak Positif Untuk Ekonomi di Wakatobi

0

Wakatobi, Radarsultra.co.id – Kedatangan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno di Desa Wisata Liya Togo,Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) rupanya berdampang positif bagi daerah tersebut.

Ketgam: Kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno di Desa Wisata di Wakatobi. (Gambar Istimewa)

Saat kunjungan Sandi di daerah tersebut, ada pergerakan ekonomi yang cukup meningkat. Pasalnya para pedagang kaki lima baik itu makanan kecil dan lainnya mengalami penaikan omset. Sehingga, kedatangan sandi justru malah meningkatkan atau bangkitkan ekonomi masyarakat.

Selain itu, salah satu produk wisata selain lokasi, yaitu souvenir, menjadi salah satu tanda dari lokasi wisata tersebut. Bahkan banyak wisatawan juga membeli souvenir sebagi buah tangan dan juga untuk kenangan kalau dia pernah berkunjung suatu tempat wisata. Hal tersebut juga terjadi di Desa Wisata Liya Togo,Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sultra. Siapa yang tidak kenal dengan Wakatobi, maka akan banyak wisawatan yang mencari souvenir seperti kaos bertuliskan atau gambar lokasi tersebut.

Apalagi kita tahu kalau Souvenir juga masuk dalam ekonomi kreatif,” kata Sandi dalam kunjunganya.

Dalam kunjungan tersebut juga, Mas Menteri mendapatkan informasi kalau masyarakat desa Wisata Liya Togo mengalami kendala bila ingin membuat souvenir. Pengelola desa melapor ke Mas Menteri kalau mereka belum memiliki mesin jahit dan mesin bordir demi keperluan peningkatan fesyen mereka. oleh karena itu, selama ini desa menjahit dan membordir menggunakan jasa desa lain dan mengeluarkan biaya yang cukup mahal, sehingga mendapatkan keuntungan yang sedikit.

“Padahal mereka itu yang mendsain tapi karena tidak ada mesinnya maka mereka bawa ke lokasi lain sehingga keuntungannya sangat sedikin dan juga proses pembuatannya menjadi memakan waktu lebih lama,” tegasnya.

Bahkan salah satu perajin mengaku kalau keuntungan mereka sangat sedikit karena harus menjahit dan membordir di desa lain. Hal tersebut pastinya bisa membuat pendapatakan mereka berkurang. ”

Jadi Mas Mentri, Kalau kita punya mesin sendiri tentunya berbeda pendapatannya,” tutur ibu-ibu pengajin.

Untuk itu, Mas Menteri melalui kementrian memberikan dua mesin jahit dan dua unit mesin border yang telah dipesan dari Kendari. Dia berharap bantuan ini bisa membuat pendapatan para pembuat souvenir ini naik pendapatannya sehingga meningkatkan ekonomi penduduk desa.

Salah satu pengrajin mengucapkan terima kasih kepada Mas Menteri terkait dengan hadiah mesin jahit dan mesin bordirnya.

Terima Kasih mas Menteri atas mesin jahit dan bordirnya, jadi kita tidak usah bordir di luar desa,” ujar wanita yang berjualan syal dan sarung khas wakatobi.

Your email address will not be published. Required fields are marked *