Kunjungan Kemenlu RI di  SMAN 4,  Berikan Pemahaman Hubungan Diplomatik
Keterangan Gambar : Foto bersama Perwakilan Kementerian Luar Negeri RI Bersama siswa/siswi SMAN 4 Kendari.

Kunjungan Kemenlu RI di SMAN 4, Berikan Pemahaman Hubungan Diplomatik

287 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Perwakilan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu RI) melakukan kunjungan ke SMAN 4 Kendari guna memberikan pemahaman serta gambaran kepada siswa mengenai hubungan diplomatik maupun kebijakan luar negeri yang dijalankan Indonesia bersama sejumlah negara.

“Sosialisasi ke SMA memang target khusus kita. Paling tidak siswa mengetahui langsung dari pihak Kementeran Luar Negeri RI mengenai perkembangan dinamika yang ada di dunia ini. Termasuk, yang ada kaitannya dengan kerjasama luar negeri, dan hubungan diplomatik,” ungkap Perwakilan dari Kemenlu Mariska, Rabu (5/4/2017).

Setelah mengadakan sesi tanya jawab, ia mengakui bahwa, antusias siswa sangat kritis mengenai perkembangan diplomatik Indonesia, mulai dari masalah freeport hingga masalah TKI di luar negeri.

“Ini sangat suprise buat kami, ternyata di Kendari memiliki siswa dengan potensi besar, sangat menarik ada siswa yang bisa mengikuti perkembangan diplomatik Indonesia dengan luar negeri. Dan saya menganggap Sultra tidak kalah dengan Provinsi lain,” ujarnya dengan gembira.

Katanya, selama berada di Sultra, mereka bukan hanya melakukan kunjungan ke sekolah, tetapi meraka juga akan berkunjung ke sejumlah stakeholder dalam hal ini pemerintah daerah, Disperindag, Dinas Pariwisata dan kemudian akan melakukan kunjungan ke Wakatobi dan Bokori.

“Selain melakukan sosialisasi, kita juga ingin mendatangkan investasi, dengan mempromosikan wisata yang ada disuatu daerah dan juga bisa memajukan industri yang ada didaerah,” jelasnya.

Sementara itu kepala SMAN 4 Kendari, Tenggaruddin, mengatakan bahwa, tim dari Kemenlu yang berkunjung ke SMAN 4 Kendari, sementara pendidikan dan pelatihan diluar negeri.

“Mereka sementara pendidikan dan pelatihan diluar negeri. Jadi salah satu program mereka adalah berkunjung ke sekolah-sekolah,” paparnya.

Dirinya menuturkan, melalui sosialisasi, siswa memiliki pengalaman dalam memahami hubungan luar negeri maupun hubungan diplomatik yang sedang dijalankan Indonesia.

“Kami berharap siswa memiliki wawasan yang lebih luas. Disekolah mereka sudah menerima pelajaran PKN, yang memang dalam kurikulum mengajarkan tentang kebijakan luar negeri Indonesia. Semoga ini bisa menjadi perbaikan-perbaikan di masa mendatang,” tutupnya. (C )

About author