Konflik Antar Pemuda di Buton Tengah, Perda Miras Bukan Solusi
Keterangan Gambar : Gubernur Sultra, Ali Mazi. SH

Konflik Antar Pemuda di Buton Tengah, Perda Miras Bukan Solusi

241 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Terjadinya konflik antar pemuda Kelurahan Tolandona, Kecamatan Sangiawambulu dengan pemudan Desa Wadiabero Kecamatan Gu Kabupaten Buton Tengah (Buteng) Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Rabu malam, 27 November 2019 lalu mengakibatkan  satu orang meninggal dunia dan kurang lebih 25 (dua puluh lima) unit rumah hangus terbakar.

Awal mula terjadinya konflik disebut-sebut karena pengaruh Minuman Keras (Miras) tradisional maupun pabrikan yang sangat mudah didapatkan di Kabupaten Buton Tengah dan kerap dikonsumsi oleh anak muda, khususnya pada acara-acara tertentu.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sultra, Ali Mazi mengatakan, terjadinya konflik akibat pengaruh alkohol pada dua kelompok anak muda tersebut bisa saja terjadi.

Bisa terjadi, karena yang namanya di daerah kita ini kan tidak ada kegiatan apa-apa, mungkin mereka iseng-iseng, minum bersama teman, naik motor dan biasa kalau naik motor gas-gas keras-keras sehingga mungkin orang di kiri kanannya tersinggung,” kata Ali Mazi saat ditemui di Rumah jabatan Gubernur Sultra, Jumat, (29/11/2019).

Untuk mengontrol konsumsi alkohol dimasyarakat, Gubernur mengatakan tidak cukup dilakukan dengan hanya menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Miras saja. Menurutnya, pendidikan moral untuk membangun kesadaran masyarakat juga memiliki peranan penting dalam membentuk pribadi masyarakat yang lebih baik.

Biar juga kita terbitkan perda, karena ini kan menyangkut orang, tapi bagaimana kita bangun kesadaran bahwa sebetulnya hal-hal yang kita lakukan seperti mabuk itu tidak bagus,” ungkapnya.

Perkiraan sementara, kerugian yang diakibatkan oleh konflik antar pemuda di Buton Tengah mencapai Rp. 2 hingga  Rp 3 miliar rupiah. Olehnya itu, saat ini pemerintah sedang mencari solusi terbaik untuk meringankan beban masyarakat menjadi korban dalam konflik tersebut.

Rencana memang nanti setelah penyerahan Dipa hari ini saya akan adakan rapat dengan BPKAD untuk mencari solusi terhadap kurang lebih 25 rumah yang terbakar, apakah kita akan berikan bantuan ataupun solusi lainnya karena kan anggaran kita itu terbatas,” jelasnya.