Kisah Inspiratif Aipda La Onta Personel Dit Intelkam Polda Sultra Bangun Lembaga Pendidikan Al-Qur’an Untuk Anak-anak

Kisah Inspiratif Aipda La Onta Personel Dit Intelkam Polda Sultra Bangun Lembaga Pendidikan Al-Qur’an Untuk Anak-anak

6 views
0

Kendari Radarsultra.co.id – Aipda La Onta Rahafa, Anggota personel Korps Bhayangkara yang sehari-harinya berdinas di Subdit 1 Dit Intelkam Polda Sultra membangun lembaga pendidikan Al-Quran untuk anak-anak.

Kisah Aipda La Onta Rahafa yang membangun lembaga Al-Quran dimulai Sejak pertengahan tahun 2018 awal bulan Juni, Aipda La Onta mulai mengumpulkan anak-anak santri satu persatu untuk diajarkan huruf hijaiyah (Al-quran).

Di tahun berikutnya, yakni tahun 2019 anak-anak santri yang dikumpulkan Aipda La Onta mulai bertambah banyak sampai berjumlah kurang lebih 70 orang.

LPQ Al-hidayah

LPQ Al-hidayah

Untuk mengajar membaca Al-Qurana kepada anak didiknya, Ia dibantu kedua putranya sebagai guru ngaji yang mana saat ini anak pertama berniat untuk menjadi seorang abdi negara yang ingin mengikuti jejak bapak nya.

Selain menjadi seorang polisi yang bertugas di Direktorat Intelkam Polda Sultra Aipda La Onta juga merupakan guru ngaji dan Ketua LPQ Alhidayah di Desa Laikaaha, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan.

LPQ Al-hidayah memiliki visi membentuk generasi Muslim yang berilmu Pengetahuan Agama dan Berakhlak yang baik Dan Misinya adalah menanamkan sejak Usia Dini Dasar keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya.

“Kita ajarkan disini mengajarkan Al-Quran secara baik dan Benar serta mendidik Santri agar fasih membaca Al-Quran,” tutur Aipda La Onta dilansir dari Tribratanews.sultra.polri.go.id, Selasa (12/4/2022).

Aipda La Onta ngatakan tujuan dibangunnya Lembaga Pendidikan Al-Quran yang diberi Nama LPQ Al-hidayah jelas untuk mendekatkan diri kepada masyarakat membangun akhlak dan moral anak anak dijaman serba digital ini yang dapat mempengaruhi ke hal hal negatif.

“Hal ini yang mendorong saya selaku penegak hukum peka terhadap keadaan lingkungan sekitar guna membangun karakter anak untuk memahami dan mempelajari agama serta Menjadi Teladan bagi masyarakat dan memberikan manfaat yang baik kepada orang lain sekitarnya,” ungkapnya.

Dalam membangun sesuatu dari awal tentu tidak lepas dari tantangan. Aipda La Onta mengungkapkan tantangan yang dihadapi dalam mendirikan lembaga pendidikan Al-Quran ini yakni yang paling dirasakannya yaitu sekitar tahun 2020.

Saat itu anak-anak santri sempat diberhentikan dari kumpul-kumpul pengajian karena Wabah virus Corona yang melanda hampir di seluruh dunia.

Namun, di akhir tahun 2021 anak-anak santri sudah mulai beraktifitas melakukan pengajian seperti sebelumnya.

Aipda La Onta menjelaskan, sumber dana awal pembangunan LPQ ini berasal dari gaji yang ia sisipkan dari hasil kerjanya sebagai Polisi.

Aipda La Onta juga dibantu oleh sang Istri yang berjualan di kios dan rekan-rekan Polri seangkatannya Alumni Dikmaba Angkatan XIX Tahun 2000 (DTT-SMDE) yang beberapa tahun terakhir ini ikut membantu dalam pembangunan LPQ ini.

Untuk diketahui Lembaga Pendidikan Al-Quran ini sudah terdaftar di Kementrian Agama Pusat.***

Your email address will not be published. Required fields are marked *