Kisah Dibalik Hilangnya KMN Manusela 03
Keterangan Gambar : Lima kru KMN Manusela 03 yang mengunakan rakit mencari bantuan dan berhasil ditemukan Polairud Ambon.

Kisah Dibalik Hilangnya KMN Manusela 03

61 views
0

Wakatobi, Radarsultra.coid – Kisah dibalik hilangnya KMN Manusela 03 selama 15 hari dan berhasil ditemukan Senin (6/2/2017) lalu membuahkan kisah heroik, butuh perjuangan agar mereka (11 awak kapal, red) bisa selamat.

Kisah perjalanan kru kapal nelayan agar selamat di laut lepas, dimana cuaca sangat tidak bersahabat. Dari perairan Binongko kapal nelayan tersebut terdampar di pulau Tanembar Ambon, mesin kapal mati dan tidak ada signal.

Dalam kekalutan mereka sepakat untuk mencari signal agar ada bantuan untuk menyelamatkan nyawa mereka di lautan lepas. Akhirnya disepakati lima kru membuat rakit dan pergi mencari bantuan.

Lima kru ini diantaranya Abdul Gani (45),Hardin(19),Januli (18),La Bobi (18) serta Sariono (19). Mereka membuat rakit bersama 6 kru lainnya kemudian memberanikan diri berlayar seadanya sejauh 11 mil ke Pulau Nusawine.

Sementara 6 kru menunggu, sambil menanti kabar dari rekan mereka yang mencari pertolongan, dan akhirnya berhasil ditemukan oleh Polairud Ambon.

Berdasarkan laporan Polairud Ambon kemudian menghubungi pihak SAR KP.Tanjung Allang XVI-3001, kapal pencari yang digunakan SAR Ambon untuk menyelamatkan KMN.Manusela 03 yang dilaporkan hilang, Senin(23/1) bulan lalu oleh Tim SAR Wakatobi.

“Menindak lanjuti perintah pimpinan untuk melakukan penyelamatan dan mendeteksi kapal korban hilang yang mengunakan rakit sebanyak 5 orang pada posisi 11 mil dari Tanjung Nusaniwe,’’ ujar SAR Ambon yang dikutip pihak SAR Kendari.

Hal ini juga dibenarkan tim SAR Wakatobi , Reppind bahwa keberadaan KMN.Manusela Permai 03 telah ditemukan bersama ke 11 kru yang selamat dari ancaman maut pasca mengalami kendala mati mesin dan terdampar hingga ke laut Ambon.

Awal peristiwa hilangnya kapal yang dinahkodai Andi Kamaruddin bersama 10 awaknya ini. Berdasarkan laporan keluarga pemilik kapal, jika kapal tersebut melaut sejak Sabtu(21/1) untuk menangkap ikan dirompong, salah satu alat tangkap ikan tradisional milik mereka. Namun sampai hari ketiga belum pulang sementara kebiasaan kapal tersebut hanya dua hari melaut.

Pada hari keempat mereka melakukan pencarian sendiri tapi tidak ditemukan maka pada hari kelima tepatnya Kamis (26/1) melaporkan ke Polsek Binongko lalu dari Polsek menyampaikan laporan ke Polres dan langsung koordinasi dengan pihak Basarnas dan sore itu juga turun membentuk tim pencari terdiri dari anggota Basarnas dan Polairud langsung menuju Binongko.

Namun selama empat hari proses pencarian, tim yang terdiri dari anggota Polairud, Basarnas dan anggota TNI AL serta anggota Koramil Wakatobi menghadapi cuaca buruk dan membuat proses pencarian dihentikan sementara.

Dan ke esokan harinya berdasarkan laporan, bantuan kapal pencari terdiri dari pihak inspektorat sebanyak dua kapal serta Tim Basarnas Baubau serta Basarnas Kendari menurunkan kapal terbesar KN.Pacitan membantu melakukan pencarian bersama-sama namun hasilnya nihil. (B )

About author