Ketua PWI Koltim Kecam Tindak Kekerasan Terhadap Jurnalis
Keterangan Gambar : Jurnalis di Koltim saat menggelar aksi damai terkait kekerasan terhadap jurnalis.

Ketua PWI Koltim Kecam Tindak Kekerasan Terhadap Jurnalis

Editors choice
64 views
0

Kolaka Timur, Radarsultra.ci.id – Ketua PWI Kolaka Timur (Koltim) Armin Arsyad mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oknum PNS Rumah Sakit Kabupaten Muna terhadap wartawan, Ahmad Efendi.

Amin mengatakan kekerasan yang menimpa Ahmad, salah seorang wartawan Kolaka Pos dan beberapa wartawan lainnya saat melakukan peliputan berita di RSUD Muna sudah melanggar UU Pers.

“Apa yang dilakukan staf RSUD Kabupaten Muna dengan menghalangi-halangi tugas jurnalistik sudah melanggar UU pers,” katanya.

Menurutnya sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, dijelaskan kemerdekaan pers adalah salah satu wujud kedaulatan rakyat yang berasaskan prinsip-prinsip demokrasi, keadilan dan supremasi hukum.

Untuk menjamin kemerdekaan pers, kata Armin pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi berkaitan dengan itu, telah terjadi suatu tindakan hukum yang mencederai kemerdekaan pers di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini.

“Pelaku sudah melakukan pelanggaran berdasarkan UU Pers Nomor 40 Tahun 1999,” ungkap wartawan harian Berita Kota itu.

Armin juga meminta dengan tegas aparat kepolisian Kabupaten Muna untuk menindaklanjuti aduan korban dari kekerasan itu dengan mengacu kepada UU Pers Nomor 40 Tahun 1999, bukan UU Pidana.

”Sebab, wartawan merupakan profesi seseorang. Jadi saya harap pihak Polres Muna dalam menindaklanjuti kasus tersebut, harus memberlakukan UU Pers bukan UU pidana,” tegasnya.

Armin berharap, kejadian yang menimpa wartawan di Muna merupakan kejadian yang terakhir. ”Saya harap ini kejadian yang terakhir, dan jangan lagi ada kejadian seperti ini,” tutupnya.

Terkait dengan tindakan tersebut, wujud dari solidaritas jurnalis di Koltim menggelar aksi damai

di jalan poros Kolaka-Kendari, Kelurahan Rate-rate, Kecamatan Tirawuta, Koltim, Kamis (30/03), hadir sejumlah kontributor, serta Kepala Biro daerah.

Sawaluddin Nakkir mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas terhadap korban yang mendapat tindak kekerasan dari pihak yang tidak bertanggung jawab di Muna.

‌”Ini merupakan bentuk solidaritas kami wartawan di Koltim, terhadap kasus penganiayaan yang terjadi di RSUD Muna,” kata wartawan dari Pena Alam ini

Sebelumnya Ahmad Evendi saat melakukan peliputan pada Senin (27/3) di RSUD Muna Kabupaten Muna bersama beberapa wartawan yang melakukan tugas jurnalistik meliput dugaan pungutan liar (Pungli) di RSUD itu berkaitan dengan pengesahan SK honorer.

Namun pada saat mengambil gambar di Ruang Tata Usaha RSUD Muna, beberapa oknum pegawai marah dengan mengucapkan kata-kata kotor dan salah satu pegawai berusaha merampas kamera yang digunakan korban saat mengambil gambar.(B)

About author