Ketua DPRD Wakatobi Diterpa Isu Miring, Ini Jawaban Kabag Umum Sekwan
Keterangan Gambar :

Ketua DPRD Wakatobi Diterpa Isu Miring, Ini Jawaban Kabag Umum Sekwan

175 views
0

Wakatobi-Radarsultra.co.Id – Ketua DPRD Kabupaten Wakatobi, Muhammad Ali diterpa isu miring terkait perjalanan dinasnya ke Jakarta dimanfaatkan mengikuti pemenangan calon Gubernur Petahana DKI Jakarta, Ahok-Djarot.

Sesuai agendanya, Ketua DPRD yang biasanya disapa Ali Tembo itu diketahui berangkat sejak Selasa(14/3) beberapa hari lalu dan dijadwalkan perjalanannya selama 5 hari berada di DKI Jakarta.

Namun tudingan miring terhadap ketua DPRD ini dibantah Kepala Bagian Umum Sekretaris Dewan(Kabag Umum Sekwan) DPRD Kabupaten Wakatobi, Ahmad serta ajudannya sendiri, Safiruddin yang menjelaskan jika pimpinan mereka tersebut saat ini menjalankan tugas.

“Setahu kami di Kantor perjalanan beliau (Ali Tembo,-red) itu dalam rangka perjalanan konsultasi terkait tugas-tugas sebagai ketua DPRD. Yang jelas yang kami tahu disurat tugas itu Konsultasi dalam rangka menjalankan fungsi selaku ketua DPRD,’’ jelas Kabag Umum Sekwan DPRD, Ahmad, ditemui diruang kerjanya, Kamis(16/3).

Sesuai penjelasan Ahmad, jika perjalanan seorang ketua DPRD tidak sesuai aturan dalam ketentuan badan musyawarah (Bamus) beda ketika perjalan anggota DPRD, sehingga ada mekanisme tersendiri dimana seorang ketua DPRD bisa melakukan konsultasi tanpa mendahului persetujuan Bamus.

“Kemarin dulu, usai ramah-tamah pelantikan Sekda. Yang berangkat hanya sendiri dan Anggota lain sementara mengikuti agenda Musrembang tingkat kecamatan,’’ tandasnya.

Meski tidak menyebutkan secara jelas agenda konsultasi ketua DPRD tersebut ke DKI Jakarta, namun perjalanan pimpinannya tersebut dalam rangka tugas-tugas kedewanan.

“Selain agenda ke DKI juga biasanya kalau ada kegiatan lain. Ini juga ada surat ada surat masuk dari sekda provinsi dijadwalkan tanggal 20 sehingga bisa jadi dari Jakarta akan langsung ke Kendari,’’ jelasnya.

Ditempat yang sama dijelaskan pula ajudannya, Safiruddin bahwa keberangkatannya itu terkait fungsi DPRD hanya saja bertepatan dengan isu pilkada DKI Jakarta, pemilihan Ahok-Djarot sehingga bisa saja dalam dugaannya masyarakat akan berprasangka bahwa keberangkatan dalam rangka mengikuti pemenangan Ahok-Djarot pada Pilgub DKI Jakarta karena momentnya bertepatan.

“Sebelum-sebelumnya sering ke DKI Jakarta pada agenda konsultasi namun tidak ada isu pemenangan Pilgub disana, hanya saja moment nya bersamaan,’’ tutup Anggota Brimob itu. (B)

About author