Keluarga Pasien Balita Gejala Gagal Ginjal Keluhkan Pelayanan RS Tiara Sentosa

Keluarga Pasien Balita Gejala Gagal Ginjal Keluhkan Pelayanan RS Tiara Sentosa

0

Kendari, Radarsultra.co.id – Keluarga pasien balita dengan gejala gagal ginjal akut di Rumah Sakit (RS) Tiara Sentosa mengeluhkan pelayanan dari rumah sakit tersebut.

Ketgam: Pasien balita gejala gagal ginjal ditangani petugas saat awak media datang ke RS.

Pasalnya, sejak masuk rumah sakit pada Senin malam, 24 Oktober 2022, pasien balita dikabarkan tak mendapatkan pelayanan medis dari pihak petugas RS Tiara Sentosa sehingga menimbulkan keresahan pihak keluarga, karena takut terjadi sesuatu terhadap pasien balita itu.

Nenek pasien, Risna menjelaskan, bahwa sekitar pukul 12. 00 Wita, dirinya bersama anak dan menantu serta kerabat lainnya membawa cucunya itu ke RS, namun selama belasan jam di RS cucunya baru akhirnya mendapatkan penanganan berupa pemasangan infus.

“Cucu saya ini mau diinfus tapi belum bisa tembus (jarum infus) terus saya bilang kalau bisa jangan mi dulu diinfus, karena saya kasihan juga itu anak di tusuk-tusuk belum juga tembus itu infus,” ujarnya kepada awak media, saat ditemui di Ruma Sakit Tiara Sentosa, Selasa, (25/10/2022).

Selanjutnya, kata Risna, dirinya meminta untuk dimasukan ke ruangan. Sekira pukul 03.00 Wita, keluarga meminta agar diarahkan di rungan VIP, karena pasien sudah mulai lemas. Namun pihak rumah mewajibkan keluarga pasien agar memberikan uang panjar alias DP biaya perawatan sebesar Rp1.500.000.

Risna menambahkan, setelah pihak keluarga pasien melakukan sesuai permintaan pihak rumah sakit, petugas yang melayani keluarga pasien nampak menunjukan keraguan dan ketidakpercayaan kepada keluarga pasien, apakah mampu membayar biaya perawatan.

“Nah, resepsionisnya bilang kita panjar (uang muka) dulu nah. Saya bayar mi. Kemudian dia tanya lagi, bagaimana ka ini ibu, bisa ji ka (bayar biaya perawatan)? Saya bilang mi nanti dikirim ji,” ungkapnya.

Sementara itu, management Rumah Sakit Tiara Sentosa yang hendak ditemui awak media untuk meminta keterangan terkait keluhan keluarga pasien, menolak untuk menemui awak media.

Your email address will not be published. Required fields are marked *