Kejari Muna Selamatkan Uang Negara Ratusan Juta
Keterangan Gambar :

Kejari Muna Selamatkan Uang Negara Ratusan Juta

126 views
0

Raha, Radarsultra.co.id – Kinerja Kejaksaan Negari (Kejari) Muna patut dicap jempol. Pasalnya pada triwulan pertama tahun 2017, Kejari Muna telah menyelamatkan uang negara atas tiga kasus korupsi di Kabupaten Muna senilai Rp 891.285.748.

Kepala Kejaksaan Negeri Muna Badrut Tamam saat pres rilis di Kejari Muna, Jumat, (24/03) menjelaskan, Penyelamatan uang negara terdiri dari kasus Jaminan Hidup (Jadup) tahun 2012 dengan terdakwa La Nosa. Adapun uang yang berhasil dikembalikan senilai Rp 66.017.000.

Selanjutnya, dalam kasus perencanaan desain Dinas Pekerjaan Umum (PU) tahun 2013 dengan tersangka mantan Kadis PU, Yamin Imran bersama timnya diantaranya La Ode abdul Wadi Rajab sebagai Kasi pembangunan jalan dan jembatan dinas PU merupakan pejabat aktif, La Ode Sadeli ST MP sebagai Kasi Pemeliharaan jalan dan jembatan dinas PU sebagai pejabat aktif, La Tifu ST sebagai Kasi Pemeliharaan dan pembangunan jalan Dinas PU di Kabupaten Muna Barat, La Ode Hasiru SST sebagai UPTD PU Kecamatan Katobu Kabupaten Muna Saat ini, dan Sinar Awaludin selaku PPTK dinas PU dalam pekerjaan desain tahun anggaran 2013. Adapun uang yang dikembalikan senilai Rp 280.000.000.

Terdapat pula kasus studi banding yang dilakukan 123 kepala desa se-Kabupaten Muna di Jogjakarta, dengan tersangka Kepala Badan Permusyawaratan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), La Palaka maupun Kepala Bidang Pemerintahan Desa (Kabid Pemdes), Nazaruddin Saga. Adapun uang yang dikembalikan senilai Rp 545.268.748.

“Triwulan pertama menyelamatkan uang negara, kasus PU dan jadub dengan nilai total keseluruhan senilai Rp 346.017.000, sementara ada juga kasus studi banding senilai Rp 545.268.748. Sehingga jumlah keseluruhan Rp 891. 285.748, yah hampir 1 miliar uang diselamatkan,” ungkapnya didampingi Kasi Pidsus ID G Baskara H.

Sapaan akrab BT ini juga mengungkapkan, dalam penanganan kasus semata-mata bukan menghukum atau mempidana seseorang. Namun yang terpenting menyelamatkan uang negara yang hakekatnya akan dikembalikan dan dipergunakan untuk kepentingan negara.

“Dalam penegakan hukum, Kajari bukan suka mengukum atau mempidana para pelaku penyimpangan penggunaan uang negara, namun lebih menyelamatkan uang negara, itulah hakekatnya,” ungkapnya.
Pengembalian uang sambung Badrut, tidak membuat para pelaku bebas, namun akan menjadi pertimbangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atau hakim karena telah memiliki etika mengembalikan uang negara.

Untuk diketahui, dalam pegembangan tiga kasus ini, terdakwa La nosa sedang dalam tuntutan. Sementara itu, terdakwa Yamin menghadirkan saksi ahli di persidangan dan kasus studi banding masih menunggu waktu persidangan. (*)

About author