Ke Kantor Polisi Dalam Keadaan Sakau, Pria di Kendari Kedapatan Membawa Sabu-sabu
Keterangan Gambar :

Ke Kantor Polisi Dalam Keadaan Sakau, Pria di Kendari Kedapatan Membawa Sabu-sabu

172 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Mengaku dikejar-kejar sekelompok preman, MN (31) yang dalam keadaan sakau akhirnya memutuskan untuk mencari perlindungan ke kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Kandai, bukannya perlindungan yang didapatkan, MN yang hendak melapor malah diamankan karena kedapatan membawa sabu-sabu yang diakuinya berasal dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kendari.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Satuan Resere Narkoba (Satresnarkoba) Kepolisian Resor (Polres) Kendari, Gusti Komang Sulastra bahwa tersangka MN mendatangi Kantor Polsek Kandai di Jalan Wr. Supratman, Kelurahan Kandai, Kecamatan Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) sekitar pukul 14.00 WITA pada Kamis 19 September 2019 lalu.

Setibanya di Polsek Kandai, MN mengaku terancam karena dikejar-kejar oleh sekelompok orang berpakaian preman yang ternyata adalah polisi yang sedang menyamar dengan menggunakan pakaian preman. Di kantor Polisi, MN kemudian digeledah karena membawa sebuah tas yang mencurigakan.

“Tas samping milik MN yang sedang ia kenakan digeledah dan ditemukan 76 sachet plastik bening kecil yang diduga narkotika jenis shabu, kemudian 2 (dua) sachet plastik bening besar dan 1 (satu) buah hp warna hitam,” ungkap Gusti Komang pada Jumat (20/9/2019).

Penyelidikan pun berlanjut di rumah MN yang berlokasi di Jalan Mekar Kompleks RCTI, Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia, Kota Kendari dan didapatkan 1 (satu) buah tas loreng yang berisikan 2 (dua) ball sachet plastik kecil, 3 (tiga) bungkus plastik bening kosong, 1 (satu) buah timbangan digital yang dibungkus kantong plastic hitam, 1 (satu) buah tempat tusuk telinga, 3 (tiga) sendok shabu, 2 (dua) buah pireks, 7 (tujuh) potong pipet, 1 (satu) buah penutup bong, 4 (empat) korek api gas, 1 (satu) buah korek api gas dan sumbunya.

“Kami berkoordinasi dengan Kapolsek Kendari guna penindakan lebih lanjut lalu membawa tersangka beserta barang bukti ke Kantor Polres Kendari guna proses selanjutnya,” urai Gusti Komang.

Tersangka kemudian diamankan di Mapolres Kendari. MN diduga berperan sebagai pengguna dan pengedar, sehingga disangkakan melanggar pasal 114 ayat 2 subsider 112 ayat 2 undang-undang nomor 35 tahun 2019 tentang narkotika.

Menindaklanjuti kasus MN, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kendari, AKBP. Jemi Junaidi mengatakan 78 paket sabu dengan berat 70,6 gram yang ditemukan dari pengedar MN merupakan barang yang diperoleh dari jaringan Lapas Kelas II A Kendari.

“Barangnya dari dalam lapas. Siapa yang kendalikan MN itu masih dalam penyelidikan. Tapi dia merupakan residivis kasus yang sama,” Kata AKBP Jemi Junaidi yang ditemui dalam konferensi pers di gedung Satresnarkoba Mako Polres Kendari, Senin (23/9/2019).

AKBP. Jemi mengatakan, MN menrupakan pengedar sekaligus pemakai narkotika golongan 1 (satu) tersebut, pasalnya saat ditangkap pada Jumat, 20/09/2019 lalu, MN sedang dalam keadaan sakau.

Dari barang bukti yang disita, Kapolres meyakini paket sabu tersebut sudah siap diedarkan dalam bentuk kemasan-kemasan kecil.

“Biasanya orang kalau sudah pakai itu kan biasanya paranoid. Makanya pada saat djkejar dia lari ke Polsek,” ungkapnya.

Saat ini MN sudah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Mapolres Kendari. Akibat perbuatannya, MN dikenakan pasal 114 ayat 2 subsider 112 ayat 2 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana paling singkat 6 (enam) tahun penjara.