Kasus  Korupsi Pengadaan Wifi Kantor  Telah Dilimpahkan ke Kejati
Keterangan Gambar :

Kasus Korupsi Pengadaan Wifi Kantor Telah Dilimpahkan ke Kejati

Editors choice
157 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Kasus Korupsi Pengadaan Internet Wifi di Kantor Sekretariat Daerah (Sekda) Konut statusnya telah dinaikan ke tahap satu.

Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kriminal khusus (Krimsus) Polda Sultra telah melimpahkan berkas dan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) terhadap kasus korupsi tersebut kepada kejaksaan tinggi (Kejati).

Hal tersebut diungkapkan Kasubdit III Tipikor Krimsus AKBP Hornesto.D bahwa kasus korupsi pengadaan internet wifi di Kantor Sekda Konut tersebut telah diserahkan kepada pihak Kejaksaan tinggi.

“Kasus korupsi pengadaan internet wifi di kantor sekretariat daerah dengan tersangka HT saat ini tingkat penyidikan sudah tahap satu artinya surat SPDP sudah kemudian berkas sudah kita ajukan ke kejaksaan dan saat ini berkas perkara sudah kita serahkan kepada JPU Pada periode tanggal 11 April kita sudah serahkan berkas perkaranya, ,” ungkap AKBP Hornesto , Kamis (20/04/17).

Hornesto juga sedikit menceritakan bahwa pengungkapan kasus korupsi tersebut bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh aparat kepolisian pada bulan Desember 2016 lalu.

“Untuk pengadaan internet wifi ini yang diadakan dibagian umum sekretariat daerah Kabupaten Konut ini bermula dari kasus OTT Desember 2016 lalu,” kata AKBP Hornesto.

“Ternyata, uang yang dipegang oleh masing-masing tersangka itu adalah uang pengadaan yg belum jalan tapi uangnya sudah diambil, sehingga kita melakukan pengembangan dan memang ternyata uang tersebut adalah uang untuk pengadaan internet di SKPD Sekda bagian umum,” lanjutnya.

Kasus korupsi tersebut diketahui dilakukan oleh eorang pegawai Honorer kantor Sekda Konut dengan inisial (HT) yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan Pejabat PPK dan juga KPA yang dirangkap oleh satu orang dengan inisial D.

“Untuk tersangka atas nama HT yang merupakan Honorer Sekda, kemudian ini tentunya karena dia adalah orang yang ikut serta maka disangkakan juga nantinya tersangka baru, kemarin kita sudah gelar perkara yaitu adalah PPK dan KPA nya yang dirangkap oleh satu orang dengan inisial D,” tukasnya

Dari tangan pelaku, pihak kepolisian berhasil mengamankan 31 barang bukti dan salah satunya berupa uang sejumlah Rp 60.550.000 denga perincian 605 lembar pecahan uang Rp 100 ribu dan satu lembar pecahan uang Rp 50 ribu.

Hasil BPK tim penyidik menemukan bahwa tindak pidana korupsi yang dilakukan di kantor Sekda Konut tersebut telah menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 154 juta rupiah.

Sangkaan pasal yang diterapkan dalam kasus korupsi pengadaan wifi tersebut yaitu pasal dua dan subsider pasal tiga tentang unsur melawan hukum dan penyalah gunaan wewenang yang mengakibatkan kerugian negara. (B )