Kasus Korupsi  Pasar Sampara, Kontraktor Dinilai Kebal Hukum
Keterangan Gambar : Rizal Akmal, SH. Kuasa Hukum H. Andi Farid (terdakwa kasus korupsi pasar sampara 2015) saat diwawancarai di PN Kelas 1 A Kendari

Kasus Korupsi Pasar Sampara, Kontraktor Dinilai Kebal Hukum

313 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Kasus korupsi pembangunan Pasar Sampara yang telah ditetapkan sebagai terdakwa yakni H. Andi Farid Silatang, Yasin, dan Safrudin.

Namun, selain dari ketiga terdakwa rupanya ada satu orang lagi yang bertindak sebagai kontraktor pembangunan pasar tersebut, namun todal tersentuh hukum.

Kuasa Hukum terdakwa, Rizal Akmal, SH mengatakan bahwa penetapan tersangka dalam kasus Pasar Sampara tersebut dinilai ganjil karena menurutnya berdasarkan fakta persidangan, ada hal menarik dalam kasus pasar sampara yang sampai saat ini tidak pernah terungkap.

“Jadi, kami melihat berdasarkan fakta yang terungkap dipersidangan, ada hal yang menarik perhatian, karena selama ini tidak terungkap,” kata Rizal, Selasa (11/4/2017).

Fakta yang dimaksud oleh Rizal tersebut yakni adanya aliran dana yang mengalir ke salah seorang saksi dalam persidangan kasus tersebut atas nama Harun yang juga memegang peranan penting sebagai kontraktor dan pengawas lapangan dalam pembangunan pasar tersebut.

“Jadi memang banyak fakta yang akan kami ungkap disitu karena selain fakta dari ketiga terdakwa, ternyata ada fakta hukum lain yang terungkap, utamanya ada dana yang keluar senilai Rp 6 miliar lebih itu diterima oleh orang lain atas nama Harun,” ungkapnya.

Sidang tuntutan terdakwa korupsi pasar sampara 2015

Menurut Rizal, penyidik harus menindak lanjuti terkait fakta-fakta persidangan mengenai aliran dana terhadap Harun senilai Rp 6 miliar lebih tersebut.

“Ini adalah kewajiban jaksa untuk menindak lanjutinya dan itu adalah fakta, dengan anggaran Rp 6,9 miliar pekerjaan pasar sampara akan tersalurkan dengan baik,” tukasnya

“Ini aneh karena jaksa diam melihat fakta ini, ada aliran dana mengalir ke orang lain secara formil namun jaksa diam saja seolah olah orang tersebut kebal hukum,. Kami sudah terima bahwa yang bertanggung jawab adalah Direktur PT. Karya Pembangunan atas nama klien kami, H. Andi Farid tapi disisi lain secara materil jangan terputus disitu, secara materil yang menikmati dana itu siapa ? Harun yang saat itu bertindak sebagai pelaksana lapangan dan telah dialiri dana sebesar Rp 6 miliar lebih untuk kepentingan pembangunan pasar tersebut kok tidak tersentuh hukum sama sekali ?,” lanjutnya sembari bertanya-tanya.

Ketiga terdakwa kasus korupsi pasar sampara tahun 2015 tersebut telah dituntut hukuman penjara selama 2 tahun oleh jaksa penuntut umum (JPU) Antonius Silitonga SH dan Iwan Sofyan SH, atas putusan tersebut Kuasa Hukum dari ketiga terdakwa, Rizal Akmal, SH. Akan mengajukan nota keberatan kepada Majelis Hakim. (A)