Kasus Korupsi Pasar Sampara, JPU Tolak Pembelaan Kuasa Hukum Terdakwa
Keterangan Gambar :

Kasus Korupsi Pasar Sampara, JPU Tolak Pembelaan Kuasa Hukum Terdakwa

Editors choice
149 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Sidang kasus korupsi pasar sampara tahun 2015 kembali digelar pada hari Senin lalu (17/04/17) di pengadilan tinda pidana korupsi (TIPIKOR) Kendari.

Sidang tersebut dipimpin oleh Majelis Hakim Irmawati Abidin SH MH, serta Hakim Anggota Darwin Panjaitan SH dan Dwi Mulyono SH.

Dalam siding tersebut, jaksa penuntut umum, Iwan Sofyan menyatakan tidak sependapat dan menolak pembelaan Kuasa hukum Rizal Akmal, SH yang sebelumnya telah mengajukan nota pembelaan atas ketiga terdakwa yakni H. Andi Farid Silatang, Yasin, dan Safrudin.

Dalam pembacaan Replik oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Iwan Sofyan SH mengungkapkan di hadapan Majelis Hakim bahwa Jaksa tidak sependapat atas pembelaan Ketiga terdakwa yang telah dibacakan oleh Penasehat Hukumnya dihadapan Majelis Hakim.

” jadi terhadap pledooi (pembelaan) Penasehat Hukum terdakwa,kami meminta kepada Majelis Hakim untuk mengeyampingkan,dan menolak segala pembelaan dari ketiga terdakwa, “kata Iwan.

Menurutnya juga, Pembelaan kedua terdakwa yang meminta kepada Majelis Hakim untuk dibebaskan dari segala Hukuman,yakni Kepala mantan Dinas Peindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Muh Yasin, dan PNS Staff Disperindag Safrudin selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Safrudin, tidak beralasan untuk Jaksa.

” kuasa Hukum terdakwa Yasin dan Farid dalam pembelaannya yang lalu, meminta kepada Majelis Hakim untuk dibebaskan dari segala tuntutan kami. Namun itu,sangatlah tidak sepaham dengan kami.” ujarnya.

Saat dikonfirmasi melalui via telepon, Rizal Akmal menyatakan bahwa dalam nota pembelaannya, dinyatakan bahwa pihaknya tidak setuju dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe yang menuntut terdakwa kasus korupsi pasar sampara tersebut dengan hukuman dua tahun penjara dan denda uang sebesar Rp 50 juta.

“ jadi, hukuman yang dimintakan oleh jaksa selama dua tahun itu, kami sama sekali tidak sepaham, karena kemarin itu, jaksa menolak pembelaan secara tertulis yang kami bacakan. Tapi intinya, kami juga tetap pada pembelaan, dan mudah-mudahan nantinya itu jadi pertimbangan dari Majelis Hakim, “ungkap Rizal, Kamis (20/04/17).

Rizal juga mengungkapkan bahwa pihak jaksa sangat keliru menanggapi pembelaan terdakwa Andi Farid, dan tuntutan untuk klieenya itu sangat tidak rasional.

“Kemarin itu, saya melihat replik yang diajukan jaksa, pada kesimpulan akhirnya menolak semua pembelaan khususya untuk klien saya, padahal sebetulnya itu sudah keliru, disatu sisi saya tidak akan mengajukan pembelaan kalau terdakwa Andi Faried minta bebas, “ujarnya.

Selanjutnya terkait Ruplik JPU, Penasehat Hukum terdakwa H Andi Faried, rupanya tidak lagi mengajukan Duplik (tanggapan atas tanggapan jaksa terkait pembelaan terdakwa), dan pihaknya juga, tinggal menunggu Putusan Majelis Hakim yang akan dilayangkan, pada sidang berikutnya Kamis (27/4/17) pekan depan. (B )