Kasus Korupsi Berkedok Dana BOS Berhasil Diungkap Polda Sultra
Keterangan Gambar :

Kasus Korupsi Berkedok Dana BOS Berhasil Diungkap Polda Sultra

387 views
1

Kendari, Radarsultra.co.id – Pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil mengungkap kasus korupsi yang berkedok penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Sultra.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Sultra, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Wira Satya Triputra, mengatakan kasus korupsi dana bos merupakan temuan dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) Pihak Polda Sultra dengan tempat kejadian perkara (TKP) di depan kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sultra.

“TKPnya ini di depan kantor BKD Sultra, pada saat itu tim kami berhasil mengamankan uang senilai 60 juta rupiah dari tangan pelaku,” Kata Kombes Wira (23/05/17).

Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan, uang dana BOS yang diselewengkan pelaku tersebut akan digunakan untuk biaya operasional tim management dana BOS itu sendiri.

“Alasan dari tersangka itu mau digunakan untuk biaya operasional tim management dana bos, namun tim management ini dibentuk atas surat perintah dari Gubernur, jadi memang secara administrasi tim ini memang tidak didukung anggaran tapi ini boleh dikatakan cuma alasan untuk meminta cash back saja,” ungkapnya.

Saat ini pihak Polda Sultra telah mengamankan ketua tim management dana BOS dengan inisial AH dan telah memeriksa enam orang lainnya sebagai saksi dari penyelewengan dana BOS tersebut.

“Kasusnya masih kita kembangkan dan masih kita dalami, tersangkanya sementara satu orang, jadi untuk sementara ini sudah ada enam orang yang kita jadikan sebagai saksi baik itu kepala sekolah maupun bendahara sekolah,” tandasnya.

Kucuran dana BOS tersebut diketahui telah diserahkan tim management kepada 23 Sekolah Menengah Atas (SMA) dari 70 SMA di Sultra.

“Hari ini juga anggota kita itu sudah berangkat menuju Kabupaten Muna untuk melakukan pemeriksaan terhadap kepala sekolah ataupun perangkat sekolah yang lainnya yang mana uang yang sudah disalurkan dari dana BOS itu sudah sekitar  23 sekolah, jadi dari total 70 sekolah SMA yang terima uang dana boss ini yang besarannya bervariatif baru 23 yang dicairkan oleh tim ini,” imbuhnya.

Untuk saat ini, tersangka AH dijerat dengan undang-undang Korupsi sebagai penerima kucuran dana BOS, sementara yang memberikan dana tersebut pihak kepolisian masih akan melakukan pengkajian lebih lanjut.

“Tersangka dikenakan Undang undang korupsi yaitu sebagai penerima dan terbukti menerima uang tersebut, sementara yang memberikan uang ini kita masih akan kaji lebih lanjut, apakah dia memberikan karena terpaksa atau mungkin karena kesadaran karena beda ketika dia memberikan dengan kesadaran itu lain ceritanya, tapi mungkin kita perlu dalami lebih lanjut karena sekolah yang telah menerima dana BOS ini sudah ada 23 sekolah jadi jangan sampai operasional pendidikan terganggu dengan adanya pengkajian ini,” tutupnya.(B)