Karyawan Wakatobi Dive And Patuno Tewas Ditikam
Keterangan Gambar :

Karyawan Wakatobi Dive And Patuno Tewas Ditikam

Editors choice
328 views
0

Wakatobi-Radarsultra.Co.Id – Karyawan. Wakatobi Dive and Patuno, Syafrudin, tewas ditikam orang tak di kenal usai menyaksikan acara joget di Desa Waginopo, Kecamatan Wangi – Wangi Kabupaten Wakatobi, Senin malam (23/1/2017) sekitar pukul 01.30 dini hari.

Saat ditemukan pria asal desa Patuno ini sudah terbujur kaku dibelakang salah satu rumah warga di Desa Waginopo dengan luka lebam bagian kepala belakang sebelah kiri dan luka tusuk pada dada sebelah kiri.

Wakapolres Resort Wakatobi, Kompol. Muhadi Walam,S.Sos, ditemui diruang kerjanya.Selasa(24/1) membenarkan kejadian yang merenggut nyawa korban.

Dijelaskan bahwa korban diduga mengalami luka tusuk dengan senjata tajam dan lemparan batu dengan pelaku lebih dari satu orang.

Kronologi kejadian bermula saat korban bersama seorang temannya hendak pulang ke Desa Patuno tempat tinggal keduanya menggunakan sepeda motor milik temannya yang juga sebagai saksi mata dalam kejadian itu.

Namun baru berjalan beberapa meter dari tempat acara, korban dipukul dari arah belakang.

“Dari hasil penyelidikan sementara korban, Syafruddin bersama teman ke acara joget pukul 20.00 di Desa Waginopo dari Desa Patuno. Dan selesai acara joget, korban bersama temannya hendak pulang kembali di desanya, tetapi tiba-tiba sekitar pukul 01.30 korban diserang pelaku tak dikenal dengan batu dan senjata tajam” cerita orang nomor dua di Polres Wakatobi ini.

Namun saat penyerangan terjadi, korban masih sempat melarikan diri tetapi di lempari hingga jatuh.

Melihat korban telah jatuh dan bersimbah darah di aniaya di TKP, teman korban yang belum diketahui namanya ini lari menyelamatkan diri dan meninggalkan korban.

Setelah kejadian pelemparan dan pemukulan tersebut selang beberapa lama kemudian ditemukan oleh warga di belakang rumah dalam keadaan posisi meninggal dunia dengan luka kepala belakang sebelah kiri dan luka tusuk pada dada sebelah kiri.

Pihak kepolisisan yang menerima laporan langsung menyisir tempat kejadian sekaligus melakukan olah TKP. Dan korban didapati dalam keadaan terbujur kaku. Namun tetap dibawa ke RSUD Wakatobi untuk di periksa.

Selain itu, katanya, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pencarian bahan keterangan informasi sementara yang dihimpun penyidik, diduga pelaku lebih dari satu orang.

Tapi belum diketahui sejauh ini apa motif di balik penganiayaan.

“Kami masih selidiki dan lakukan pendalaman kasus untuk mengetahui siapa pelaku di balik kasus penganiayaan sadis ini,” tandasnya.

Kendati demikian, pihak kepolisian Resort Wakatobi telah membentuk tim koordinasi antara Polsek, serse dan intel untuk mengungkap kasus penganiayaan ini.

Pihak kepolisian juga telah menghimbau kepada masyarakat yang hendak membuat izin keramaian untuk bekerjasama dengan kepolisian dengan mematuhi beberapa kriteria yang menjadi syarat di keluarkanya izin, diantaranya tidak boleh bawa miras, saja atau sejenisnya.

Hal tersebut kata anggota polisi berpangkat melati dipundaknya ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah adanya tindak kriminalitas lanjutan.

Sementara itu, pihak keluarga korban berharap pelaku yang masih buron ini secepatnya bisa tertangkap dan diadili.

“Sepenuhnya kami keluarga serahkan kasus ini kepada pihak yang berwajib, kami harap pihak berwajib bisa bertugas cepat dan pelaku segera di tangkap dan di adili seadil adilnya”, tegas sepupu korban,Harsahar dikediaman sementara menunggu korban dikramasi. (A)

About author