Kapolda Akui Randi Tertembak Peluru Tajam
Keterangan Gambar :

Kapolda Akui Randi Tertembak Peluru Tajam

2187 views
1

Kendari, Radarsultra.co.id – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Brigjen Pol. Iriyanto, SIK mengakui Randi tertembank peluru tajam. Meskipun demikian, pihaknya belum bisa memastikan siapa penembak dan pemilik Senjata Api (Senpi) yang menewaskan Randi.

“Peluru tajam, saya tidak bisa menduga-duga, jadi tolong berikan waktu kepada kami untuk menyelidiki, kami akan tindaki secepatnya, kalau memang itu dari anggota saya pasti saya tindaki,” kata Kapolda yang didampingi Kabid Humas Polda Sultra, AKBP. Harry Goldenhardt saat menggelar konferensi pers di aula Dhacara Mapolda Sultra, Jumat (27/09/2019).

Menurut Kapolda, seluruh anggota kepolisian yang melakukan pengamanan aksi Unjuk Rasa (Unras) di depan gedung DPRD Sultra kemarin, Kamis, (26/09/2019) tidak dilengkapi dengan peluru karet maupun peluru tajam.

“Yang menjadi subjek pengamanan itu yang di gedung DPRD, jadi ada surat perintahnya, SOP nya, ketentuan-ketentuannya tidak menggunakan peluru karet, hampa apalagi peluru tajam,” ungkapnya.

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Kapolda mengatakan posisi tewasnya Randi berada kurang lebih sekitar 600 hingga 700 meter dari titik fokus pengamanan Unras di depan gedung DPRD Sultra.

Untuk mengungkap pelaku penembakan terhadap Randi, pihak kepolisian akan melakukan identifikasi TKP dan seluruh aparat kepolisian yang berada di lokasi Unras.

“Jadi tolong berikan waktu kepada kami, kami akan identifikasi seluruh senjata yang dipakai, siapa yang ada disitu yang masuk di dalam Sprint maupun yang tidak di dalam Sprint, seluruh anggota kita evaluasi. Terus faktanya ada korban meninggal dunia, inilah objek penelitian kami, makanya berikan waktu kepada kami, kami akan tegakkan aturan, kalau itu dari anggota saya saya pasti tindaki,” pungkasnya.