Kakanwil Kemenkumham Sultra Berikan Teguran Keras Kepada Karutan Kelas II B Unaaha
Keterangan Gambar : Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sultra, Silvester Sili Laba

Kakanwil Kemenkumham Sultra Berikan Teguran Keras Kepada Karutan Kelas II B Unaaha

0

Kendari, Radarsultra.co.id – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memberikan teguran keras kepada Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Kelas II B Unaaha, Herianto.

Teguran tersebut dikeluarkan Kepala Kanwil Kemenkumham Sultra, Silvester Sili Laba terkait kelalaian informasi yang diberikan kepada publik oleh Herianto tentang adanya warga binaan Rutan Kelas II B Unaaha yang berada di luar rutan dan terekan CCTV salah satu rumah makan di Kendari tanpa adanya pengawalan dari petuga rutanrutan tepatnya pada hari Selasa, (23/03/2021).

Teguran keras, teguran saya keras kepada teman Karutan Herianto, ini mungkin terakhir, teguran lisan, teguran keras”, ujarnya saat ditemui awak media pada konfrensi pers di Kantor Kemenkumham Sultra, Selasa, (06/04/2021).

Adapun kelalaian informasi yang dilakukan yaitu dari Karutan Kelas II B Unaaha, Herianto yang memberikan informasi ke publik bahwa warga binaan yang dimaksud keluar rutan untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan penyakit jantung, namun berdasarkan penelusuran, warga binaan Rutan Unaaha Kelas II B ini menerima putusan hukuman selama 3 bulan 15 hari, namun karena masuk pada kondisi pandemi Covid-19, maka diberlakukan protokol kesehatan standar yaitu pemeriksaan apakah warga binaan ini terinfeksi oleh virus atau tidak dan saat dilakukan tes cepat mengeluarjan hasil reaktif.

Jadi yang bersangkutan harus kembali melakukan pemeriksaan ulang, dan pada tanggal 23 Februari yang lalu, yang bersangkutan dibawa dicek di klinik di kendari dan hasilnya keluar negatif”, ujar Silvester Sili Laba.

Terkait kelalaian Karutan tersebut, Kepala Kanwil Kemenkumham Sultra meminta maaf atas kelalaian informasi yang diberikan yang sebenarnya warga binaan tersebut keluar melakukan pemeriksaan kesehatan Covid-19 dan bukan karena pemeriksaan penyakit jantung.

Untuk itu saya atas nama pimpinan wilayah memohon maaf atas kelalaian dan kekeliruan dari Kepala Rutan Kelas IIB Unaaha Herianto terkait penyampaiannya, kami juga telah melakukan pemeriksaan prosedur pemeriksaannya dan juga izinnya sudah sesuai SOP, hanya penyampaian informasi dari karutan yang keliru”, jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sultra, Sartito yang juga turut hadir pada konferensi pers tersebut berharap agar kedepannya tidak terjadi lagi hal yang serupa dan meminta untuk diberi sanksi tegas jika kejadian tersebut terulang.

Kami mengapresiasi atas langka Kemenkumham Sultra yang telah mengambil sikap atas persoalan ini,” ujar Sartito.

Untuk diketahui, warga binaan yang kedapatan tersebut adalah Imanuddin, yang merupakan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) yang divonis bersalah dan dijatuhi hukuman selama tiga bulan 15 hari kurungan penjara atas perkara nomor 11/Pid.Sus/2021/PT KDI terkait fitnah kepada mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Konkep yang juga saat itu merupakan Calon Bupati Konkep saat pemilihan Kepala Daerah pada 9 Desember 2020.