Kadin Sultra Dukung Pembangunan Smelter di Kolut oleh PT Terra Paradisaea

Kadin Sultra Dukung Pembangunan Smelter di Kolut oleh PT Terra Paradisaea

0

Jakarta, Radarsultra.co.id – Dalam upaya terus membuka jaringan agar iklim investasi dan berbagai agenda nasional terus terlaksana di Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mendukung pembangunan Smelter di Kolaka Utara (Kolut) oleh PT. Terra Paradisaea.

Ketgam: Perwakilan PT Terra Paradisaea, melakukan presentasi dihadapan Gubernur Sultra, Ali Mazi dan sejumlah OPD serta Ketua Kadin Sultra Anton Timbang terkait pembangunan smelter di Kolut.

 

PT Terra Paradisaea menggandeng China ENFI Engineering Corporation (ENFI) terkait rencana investasi industri smelter HPAL (baterai) dan RKEF(stainless) di Kabupaten Kolut, Sultra, dengan rencana total investasinya hingga 100 triliun.

Gubernur Sultra, Ali Mazi yang hadir dalam presentasi PT Terra Paradisaea mengapresiasi rencana perusahaan tersebut dan yakin bahwa kehadiran investor akan memberikan angin segar untuk industri di Sultra, apalagi status perusahaan tersebut merupakan perusahaan nasional yang tentunya harus mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah.

Saya pasti bantu, kalau masalah Hutan Lindung nanti kita lihat RTRWny, saya pasti akan bantu kalau perlu sampai ke kementerian karena niatnya baik, asalkan PT Terra ini serius, punya anggarannya dan mau kerja, jangan sampai saya sudah jor-joran lalu berhenti,” ujarnya di salah satu hotel di Jakarta, Senin (01/08/2022).

Ditempat yang sama, Ketua Kadin Sultra, Anton Timbang menuturkan sebagai Ketua Kadin ia terus berupaya dan membuka jaringan agar iklim investasi dan berbagai agenda nasional terus terlaksana di Sultra. Ia juga membeberkan bahwa kehadiran PT Terra sebagai salah satu perusahaan nasional yang memiliki niat baik harus didukung penuh.

Kondisi investasi di Indonesia itu tercatat 6 persen dari perusahaan nasional dan dari luar 94 persen dan pembangunan smelter baru kali ini putra daerah yang membangun di daerah kita, jadi harus kita dukung,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan dari PT Terra Paradisaea, Choiril Arief saleh melakukan presentasi dihadapan Gubernur Sultra, Ali Mazi dan sejumlah OPD serta Ketua Kadin Sultra Anton Timbang. Dan dalam pemaparannya, disebutkan rencana pembangunan smelter akan dibagi menjadi tiga tahap.

Tahan pertama itu total investasi kita sebesar 6T, lalu pada tahap kedua menjadi 24 T dan tahap terakhir diperkirakan hingga 100T,” paparnya.

Ia kemudian menjelaskan dalam rencana pembangunan industri smelter tersebut akan membuka lapangan pekerjaan yang cukup besar, karena tahap pertama perusahaan akan membuka lapangan pekerjaan untuk 3 ribu orang dan tahap kedua bertambah lagi menjadi 5 ribu orang sementara tahap ketiga total tenaga kerja yang dibutuhkan mencapai 30 ribu.

Ini akan menjadi kota baru, bayangkan saja kalau hingga tahap ketiga perusahaan membuka lapangan pekerjaan hingga 30 ribu, belum lagi dengan anak dan istri bisa dikatakan berjumlah 100 ribu,” jelasnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Choiril menyebutkan rencana pembangunan industri smelter akan dilakukan di tiga kecamatan yakni Kecamatan Tolala, Batu Putih dan Kecamatan Pakue.

Your email address will not be published. Required fields are marked *