Ini Klarifikasi Imigrasi Soal Tuduhan Loloskan 446 TKA Ilegal
Keterangan Gambar :

Ini Klarifikasi Imigrasi Soal Tuduhan Loloskan 446 TKA Ilegal

89 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Badan Imigrasi Kelas IA Kendari menolak disebut sebagai mafia besar yang meloloskan Tenaga Kerja Asing (TKA) illegal  sebanyak 446 orang.

Kepala Sub Seksi Penindakan Keimigrasian Rusfian Effendi mengatakan, dugaan ataupun tuduhan yang dilontarkan sebelumnya oleh Ormas Pospera adalah keliru.

“Kalau ada data, saya tantang mereka untuk buka disini, jangan asal mengeluarkan stetment tanpa bukti konkrit,” tuturnya kepada Radarsultra, Kamis (16/3/2017).

Ditanya soal jumlah pasti TKA asing yang dinyatakan legal, Imigrasi Kendari sayangnya masih enggan terbuka.

Pihaknya hanya memastikan, bahwa visa kunjungan TKA asal China yang tersebar di beberapa perusahaan tambang di Sultra saat  ini, masih diproses statusnya menjadi visa kerja.

“‘Dan data kami semua TKA yang masuk di Sultra statusnya ilegal” ujarnya lagi.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Sub Seksi Informasi Imigrasi Kendari, Muhammad Keti.

“Kami dengan tegas menyatakan, tidak ada TKA ilegal yang melangkahi prosedur dan wewenang dari imigrasi, jika ada temuan pelanggaran itu sudah jelas kita tindaklanjuti.” jelasnya

Untuk diketahui, sebelumnya, mahasiswa yang tergabung dalam Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) menerbitkan siaran pers dengan tujuan mendesak Kepolisian Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk  segera memeriksa Pimpinan PT VDNI, serta Petinggi Imigrasi Klas IA Kendari yang diduga kuat terlibat dalam praktek mafia besar  dalam meloloskan TKA untuk bekerja secara Ilegal di PT VDNI, Kabupaten Konawe. (B)

About author

Alifiandra Lala

Reporters. Graduated from faculty of science admnstrasi, Haluoleo University, Southeast Sulawesi. Stay on city of Kendari, Southeast Sulawesi. Street in Supu Yusuf 2. I love traveling, writing, poetry and singing. I am very pleased to have the opportunity to work in radarsultra.co.id. Thank you for the trust and the opportunity that has been given.