Hasil Survei AHS Lebih Tinggi Dibanding RIDA, Ini Presentase Ketua PSI Butur
Keterangan Gambar :

Hasil Survei AHS Lebih Tinggi Dibanding RIDA, Ini Presentase Ketua PSI Butur

0

Kendari, Radarsultra.co.id – Saling klaim hasil survei pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Buton Utara merupakan hal yang tidak bisa dihindari dalam pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Buton Utara 2020.

Entah dilakukan untuk menggiring opini menjelang pencoblosan pada 9 Desember 2020 mendatang ataupun menyampaikan hasil survei sebenarnya berdasarkan perhitungan ilmiah dengan menggunakan berbagai metode perhitungan.

Beberapa waktu lalu, tim pemenangan pasangan calon (Paslon) Bupati Butur, Ridwan Zakaria-Ahali (RIDA), Abdul Salam Sahadia menyebutkan hasil survei RIDA lebih tinggi dibandingkan Paslon petahana Abu Hasan-Suhuzu (AHS) dengan presentase perolehan suara mencapai 40 persen untuk Paslon RIDA yang kemudian hasil survei tersebut mendapat tanggapan dari tim pemenangan AHS yang mempertanyakan keakuratan hasil survei tersebut.

Ketua DPD II Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Butur, Sirwan, ST. yang juga wakil ketua tim pemenangan AHS mengungkapkan hasil perhitungan yang disebutkan tim pemenangan RIDA itu tidak bisa dijadikan rujukan ilmiah, karena sifatnya subjektif dan tendensius menggiring opini.

Biasanya realese hasil survey itu pasti di publis oleh penanggung jawab lembaga survey itu sendiri,” kata Sirwan, Sabtu, (07/11/2020).

Sirwan mengungkapkan ada kejanggalan dari hasil survei RIDA dimana Paslon RIDA memperoleh hasil 40 persen sementara Paslon AHS dan Aswadi-Fahrul (ASRUL) tidak diketahui secara pasti presentasenya.

Ia juga menjelaskan, hasil survei sementara tim AHS menunjukan tingkat elektabilitas AHS mencapai 38 persen sementara RIDA 34 persen.

Dalam catatan kami jika hal ini dijadikan sebagai referensi data pembanding, pada bulan Juli pasangan AHS tingkat elektabilitasnya sudah berada di 38 persen dan RIDA 34 persen. Artinya cukup tinggi lompatannya dari 34 persen ke 40 persen. Ada kenaikan 6 digit rentang waktu 3 bulan, dengan margin of error katanya 3 sampai 4 persen,” jelasnya.

“Rasionalnya kalaupun data itu benar elektabilitasnya mencapai 40 persen margin erornya 3 atau 4 persen, kami mengasumsikan bahwa sebenarnya RIDA masih di bawah AHS yakni 36 persen sampai 37 persen. Ini fakta yang tidak bisa dibantah, apa iya pasangan kami dalam rentang 3 bulan ini tidak ada kenaikan. Justru kami berkeyakinan AHS melebihi angka 40 persen,” lanjutnya.

Sirwan menegaskan, Hasil survei ini dapat dilihat dari titik-titik kampanye yang telah diisi oleh AHS dimana lebih separuh dari 91 desa/kelurahan di 6 kecamatan kampanye terbatas yang diselesaikan pasangan AHS dimana dalam sehari, Paslon AHS dapat mengisi 3 (tiga) titik kampanye dan belum pernah menggabungkan 3 (tiga) titik tersebut menjadi 1 (satu) titik.

Sirwan kemudian menyarankan agar tiap-tiap tim pemenangan bisa menunjukan hasil survei berdasarkan perhitungan yang sebenarnya dan benar-benar dengan presentase yang jelas untuk menghindari propaganda dan menggiring opini.

Mungkin lebih kreatif dan inovatif lagi. Jangan setiap momentum suksesi dari 2010 sampai saat ini, cuma hasil survey terus yang dijual atau dijadikan alat propaganda menggiring opini publik yang menyesatkan,” pungkasnya.