Hasil Pleno KPU,  ADP-Sul Raih Suara Terbanyak
Keterangan Gambar : Ketua KPU Sultra Hidayatullah

Hasil Pleno KPU, ADP-Sul Raih Suara Terbanyak

Editors choice
110 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Hasil rapat pleno KPU Kendari yang dilaksanakan hari ini, Rabu (22/2/2017), menetapkan Paslon walikota nomor urut 2 ADP-Sul mengantongi suara terbanyak yakni 62.019 suara atau 41 persen.

Kemudian disusul oleh Paslon nomor urut 1 Razak-Haris dengan perolehan suara 55.769 atau 36,86 persen. Sementara Paslon nomor urut 3 Zayat -Suri berada diposisi terbawah dengan perolehan suara 33.501 atau 22, 14 persen.

Data tersebut dirilis di situs Pilkada 2017 kpu.go.id, dengan catatan bahwa data hasil Pilkada itu dibuat berdasarkan entry data Model C1 yang merupakan hasil sementara, bukan hasil final. Jika terdapat kesalahan dalam Model C1 maka akan dilakukan perbaikan pada proses rekapitulasi ditingkat atas.

Jika pada proses akhir pleno terdapat perselisihan maka gugatan atas hasil pleno itu dapat diajukan di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Jika tidak ada perselisihan, pihak Paslon dengan suara terbanyaklah yang di umumkan sebagai pemenang. Namun jika ternyata terdapat perselisihan hasil di MK, maka penetapan Paslon terpilih akan ditunda setelah proses di MK selesai,’’ ujar Ketua KPU Provinsi Sultra, Hidayatullah, Rabu (22/2/2017).

Keputusan KPU ini katanya bisa saja disengketa di MK RI oleh Paslon yang kalah, dengan ketentuan, sengketa hasil Pilkada dapat diajukan ke MK maksimal 3×24 jam sejak diumumkannya perolehan suara hasil pilkada oleh KPU kabupaten/Kota.

Ketentuan tersebut diatur dalam pasal 157 dan 158 UU nomor 8 tahun 2015 dengan perubahan UU nomor 10 tahun 2016.

Dalam ketentuan itu dikatakan bahwa, syarat mutlak untuk mengajukan sengketa Pilkada dilakukan pada wilayah dengan jumlah penduduk hingga 250 ribu orang, gugatan atas sengketa Pilkada juga bisa dilakukan jika selisih suara hanya 2 persen, dan berlaku pada enam kabupaten pada Pilkada serentak 2017.

Namun, Hidayat tidak yakin jika hasil Pilkada Kendari berpotensi menuai gugatan ke MK. Pasalnya Kota Kendari saat ini memiliki jumlah penduduk diatas 250 ribu jiwa, dengan selisih suara sebanyak 4 persen.

“Dalam Pilkada serentak ini, hanya Bombana yang memiliki potensi gugatan hasil Pilkada ke MK, lebih jelasnya syarat dan ketentuan itu sudah diatur pada pasal 157 dan pasal 158 UU nomor 8 tahun 2015 yg diubah menjadi UU nomor 10 tahun 2016,’’ papar Dayat panggilan akrab Ketua KPU Provinsi. (B )

About author

Alifiandra Lala

Reporters. Graduated from faculty of science admnstrasi, Haluoleo University, Southeast Sulawesi. Stay on city of Kendari, Southeast Sulawesi. Street in Supu Yusuf 2. I love traveling, writing, poetry and singing. I am very pleased to have the opportunity to work in radarsultra.co.id. Thank you for the trust and the opportunity that has been given.