Haroano Ta’u, Tradisi Tahunan Masyarakat Kulisusu Buton Utara
Keterangan Gambar : Bupati Buton Utara, H. Abu Hasan, Saat menghadiri acara Tradiri adat Buton Utara Haroano Ta'u

Haroano Ta’u, Tradisi Tahunan Masyarakat Kulisusu Buton Utara

85 views
0

Butur, Radarsultra.co.id – Setiap tahun Lembaga Adat Kulisusu bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Butur melaksanakan tradisi adat Kulisusu yang disebut “Haroano Ta’u”.

Haroano Ta’u merupakan bentuk rasa syukur terhadap rejeki dan karunia Allah SWT yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Buton Utara khususnya masyarakat Kulisusu pada tahun itu. Haroano Ta’u terus dilestarikan sebagai budaya yang memiliki nilai-nilai luhur dalam kehidupan sosial masyarakat yang dapat memperkokoh persatuan dan tali persaudaraan antar masyarakat Kulisusu.

Ketgam: Tradisi adat Kulisusu yang disebut “Haroano Ta’u”

“Kalau di kaitkan dengan agama Islam Haroano Ta’u ini adalah sebagai tanda syukur kita kepada Allah SWT, karena kita sekarang memasuki bulan Muharram 1442 hijiriah, dimana dalam ajaran Islam Ada doa akhir tahun dan ada doa awal tahun. Oleh karena itu, haroano ta’u ini kita selalu laksanakan pada bulan Muharram,”kata Ketua Lembaga Adat Kulisusu, La Ode Umar ditemui dalam acara Haroano Ta’U di Benteng Keraton Kulisusu, Kamis, (17/09/2020).

Hadir dalam Haroano Ta’u, Bupati Buton Utara, Abu Hasan mengungkapkan, Haroano merupakan penguatan komitmen masyarakat terhadap filosofi filsafat hidup masyarakat Buton Utara (Butur) “Lipu Tinadeakono Sara”.

“Itu intinya sebagai refleksi masa lalu maupun dalam rangka untuk persepsi ke masa depan,” kata Bupati Abu Hasan.

Abu Hasan berharap, kedepan masyarakat Butur dapat terus melestarikan nilai-nilai budaya dan menjaga kesinambungan adat-adat yang berpotensi memperkuat karakteristik masyarakat Butur yang selama ini sudah terbentuk

Harapan saya masyarakat Butur kedepan itu lebih dapat melestarikan nilai-nilai budaya, menjaga kesinambungan adat-adat yang berpotensi memperkuat karakteristik masyarakat Butur yang selama ini sudah terbentuk.

Dan saya berharap Budaya Butur lebih lestari seterusnya tanpa terpengaruh dengan faktor-faktor eksternal baik yang datang dari dalam negeri apalagi yang datang dari luar negeri,” harapnya.

Abu Hasan menambahkan, keunikan budaya Haroano Ta’u dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi Kabupaten Butur di mata dunia, tentu dengan melalui polesan yang apik dari Dinas Pariwisata Butur.

“Ini saya kira destinasi yang luar biasa kalau dikemas, kalau dipoles oleh pariwisata dengan apik dan menjadi salah satu atraksi budaya yang sangat unik dan syarat dengan nilai-nilai magis, nilai-nilai spiritualisme,” tambahnya.