Hadirkan Investor, Pemda Butur Siap Dongkrak Penjualan Kopra Putih
Keterangan Gambar : Perwakilan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kemendesa PDTT RI), Grace Meyanti Putri

Hadirkan Investor, Pemda Butur Siap Dongkrak Penjualan Kopra Putih

195 views
0

Buton Utara, Radarsultra.co.id – Kabupaten Buton Utara (Butur) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) merupakan daerah yang kaya akan hasil pertanian, salahsatunya adalah kelapa yang bisa diolah menjadi Kopra Putih.

Bupati Buton Utara Abu Hasan (Tengah) foto bersama Perwakilan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kemendesa PDTT RI), Grace Meyanti Putri, dalam giat sosialisasi peningkatan pengolahan Kopra Putih bersama Kementerian Desa (Kemendes) Republik Indonesia (RI) dengan menggandeng PT. Indonesia Commodity (INACOM)

Berdasarkan data dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, luas tanam Kelapa di Kabupaten Butur mencapai kurang lebih 6000 Hektare (Ha). Namun pemasaran dan penjualannya belum bisa meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Untuk dapat keluar dari persoalan tersebut, Pemda Butur menghadirkan solusi dalam giat sosialisasi peningkatan pengolahan Kopra Putih bersama Kementerian Desa (Kemendes) Republik Indonesia (RI) dengan menggandeng PT. Indonesia Commodity (INACOM) selaku pasar yang siap menampung hasil produksi Kopra Putih petani Buton Utara.

Bupati Buton Utara, Abu Hasan mengatakan, dengan pengolahan dan pemasaran yang tepat, produksi Kopra Putih diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat desa.

Selama ini nilai kelapa kita jual dalam bentuk butiran, butiranpun harganya naik turun, pembelinya juga terbatas,” kata Abu Hasan saat memberikan sambutan pada giat sosialisasi peningkatan pengolahan Kopra Putih, Jumat, (14/02/2020).

Senada dengan ucapan Bupati Butur, Perwakilan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kemendesa PDTT RI), Grace Meyanti Putri mengatakan, menidaklanjuti pertemuan antara Pemkab Butur dengan Kemendes PDTT pada awal Januari 2020 lalu, pihaknya hadir di Kabupaten Butur dan menggandeng PT. INACOM sebagai investor.

Jadi kalau zaman dulu kita biasanya focus ke hulu, memberikan bantuan itu berupa bibit, alat pertanian terus kemudian mesin-mesin, pupuk dan lain-lainn, tetapi sekarang kami lebih fokus ke pasca panen, jadi kalau misalnya tadinya bibit karet kami focus ke bantuan pengolahan karet, bibit pohon kelor kami focus kepengolahan daun kelor, termasuk kopra kami tidak memberikan dalam bentuk kelapa maupun alat-alat, pupuk, dan sebagainya, kami berikan bantuan alat pengolahan kopra beserta mitra, mitra disini artinya pasar yang kami bawakan,” jelasnya.

Sementara itu, utusan PT. INACOM, Biwi Suwito, menjelaskan perusahaannya adalah salah satu startup yang aktif mengembangkan dan mengekspor berbagai komoditi lokal. Melihat potensi kelapa di Kabupaten Butur, dia pun optimis, daerah tersebut bisa menambah kuota pasokan komoditas di perusahaannya.

“Di Buton Utara, kita nanti fokus di kopra putih industri. Jadi, bolong boleh, pecah sedikit boleh, ukuran diameternya lebih dari 9 Cm boleh. Kita mengambil yang mudah sesuai dengan bahan baku yang ada di Buton Utara,” ujarnya.

Biwi mengatakan, pihaknya menargetkan ekspor pada Maret mendatang, para petani kelapa juga tak perlu ragu mengembangkan indusstri Kopra Putih. Soal pasar, pihaknya mengaku siap untuk menampung dengan harga di kisaran Rp 8.000 an.

INACOM, berapapun yang bisa diproduksi di sini, kami siap membelinya,” tandasnya.