Hadapi UN, SMAS Kartika Tidak Adakan Minggu Tenang
Keterangan Gambar :

Hadapi UN, SMAS Kartika Tidak Adakan Minggu Tenang

57 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id- Menjelang Ujian Nasional pada tanggal 10 April 2017 nanti, SMAS Kartika Kendari terus melakukan upaya dalam menjaga semangat dan focus siswanya, salah satunya dengan tidak adanya minggu tenang, namun tetap melakukan persiapan dengan belajar.

“Kami telah mempersiapkan siswa  dalam menghadapi UN, seperti mulai sabtu ini kami telah mengadakan roster baru, yang disesuaikan dengan mata pelajaran pilihan untuk ujian nantinya.

Setiap kelas kami bagi sesuai pilihannya, sehingga nantinya mereka sudah bisa focus untuk mempelajari mata pelajaran pilihan yang nanti akan diujiankan,” ungkap Kepala sekolah SMA Swasta Kartika Kendari La ode Syuaib,  Selasa (4/4/2017).

Setelah Ujian Sekolah Berbasis Nasional ( USBN ), SMAS Kartika tetap mengadakan pembelajaran, dan tidak mengadakan minggu tenang ataupun libur.

“Di SMAS Kartika Kendari dalam menjelang UN tidak mengadakan minggu tenang ataupun hari libur, sebab untuk menjaga kondisi anak anak jangan sampai keenakkan diluar karena adanya libur sehingga turun lagi semangat belajarnya. Dan kami tetap ingin menjaga semangat belajar anak-anak,” tambahnya.

Untuk di SMAS Kartika untuk mata pelajaran IPS yang banyak diminati yakni sosiologi dan ekonomi.

Sedangkan IPA yaitu Biologi, Fisika, dan Kimia tidak terlalu banyak. Dan factor mereka memilihnya sudah memang sesuai minat dan kemapuan mereka. Dan telah diarahakan jangan memilih pelajaran yang di anggap susah, tetapi sesuai kemapuan.

Adapun soal UN hingga saat ini sampai hari Jumat nanti masih berada di Diknas, nanti hari Jumat sesuai pembicaraan kota Kendari dibagi menjadi beberapa sub rayon.

“Sub rayon 1 Kartika, PGRI, Ukemene, Hasrati dan Satria. Jadi nantinya sekolah-sekolah ini mengambil soal di SMAS Kartika. Demikian juga untuk rayon lainnya akan terpusat di salah satu sekolah, tergantung kesekapatan mereka,” katanya.

Sementara itu, menurut keterangan Kadis Dikbud Sultra Damsid bahwa soal UN sudah serentak di berikan bersamaan dengan SMK.

Menanggapi hal tersebut Kepala sekolah SMAS Kartika Syuaib mengatakan memang betul tapi kami dari MKKS menitip dulu di diknas. Penyerahannya memang sudah, tapi kita menghindari kebocoran soal sebab kami telah berkomitmen bahwa tidak ada bocoran soal.

“Kalau diitiap di sekolah, keamaanannya kurang terjaga. Karena bukan tidak percaya sekolah melainkan sangat rawan sehingga kami titip dulu ke Diknas,” ucap Syuaib.

Adapun terkait kepercayaan yang diberikan sekolah untuk menjaga kerahasiaan soal tersebut, dan jika ketahuan adanya kebocoran soal harus di cek terlebih dahulu penyebabnya.

“Harus dilihat dulu, apakah benar sekolah  yang bersangkutan benar yang membocorkan, jangan sampai sekolah lain yang membocorkan.  Sebab ini memang tidak mudah yang jelas tanggung jawab memang berada di sekolah masing-masing. Dan kita tidak bisa langsung menuduh sekolah tersebut bahwa mereka pembocor soalnya. Saya yakin sekolah terlalu bodoh jika membocorkan soal, sebab UN bukan penentu kelulusan tetapi hanya pemetaan saja,” jelasnya. (B)

About author