Hadapi Tantangan Digital, Sandiaga Uno Harap Pelaku Usaha di Kendari Bisa Terus Berinovasi

Hadapi Tantangan Digital, Sandiaga Uno Harap Pelaku Usaha di Kendari Bisa Terus Berinovasi

2

Kendari, Radarsultra.co.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno berharap kepada para pelaku usaha di Sulawesi Tenggara (Sultra) khususnya di Kota Kendari untuk selalu siap menghadapi berbagai tantangan di era digital ini dengan selalu melakukan inovasi produk dan penjualan.

Ketgam: Workshop Pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia 2022 yang di hadiri oleh Menteri Sandiaga Uno.

Hal tersebut diungkapkannya saat menghadiri Workshop Pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia 2022 di X Bro Cafe Kendari, Kamis (25/8/2022).

Dirinya juga mengaku bangga dengan antusiasme, optimisme pelaku ekonomi kreatif di Kendari yang mendorong terbentukanya ekosistem ekonomi kreatif berbasis dua subsektor, yaitu kuliner dan kriya.

Dengan terus mengembangkan inovasi dan kreatifitas semoga tahun depan Kendari bisa mengikuti proses uji petik untuk menentukan subsektor unggulan apakah kuliner atau kriya,” ujar Sandiaga Uno.

Pria yang akrab disapa Mas Menteri ini juga menjelaskan kepada para pelaku usaha agar dalam memasarkan produk harus selalu ingat agar tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat waktu sebab di era yang serba digital ini, para pelaku usaha juga harus pandai-pandai dalam memanfaatkan potensi online dalam memasarkan produknya.

Lakukan peningkatan kemasan, citarasa, kualitas maupun story telling sebab sangat diperlukan untuk pemasaran produk agar kuliner Kendari dan Sultra lebih dikenal Nusantara maupun dunia,” jelas Sandi.

Untuk diketahui, Kota Kendari merupakan lokasi ke-28 dari rangkaian program workshop tersebut. Kota Kendari memiliki ragam potensi pada subsektor kuliner dan kriya. Terdapat kekayaan ragam kuliner khas Kendari yaitu Lapa-lapa, Sinonggi, Pisang Epe, dan Bagea Sagu.

Begitupun produk dari subsektor kriya yang memiliki potensi untuk dikembangkan antara lain kain tenun khas kendari dan kerajinan perak. Kekhasan tersebut dapat menjadi keunikan yang memiliki nilai jual tersendiri. Potensi tersebut perlu dikembangkan melalui inovasi serta kreativitas, serta didukung oleh promosi dan pemasaran juga networking berbasis teknologi yang dapat menjangkau lebih banyak orang, sehingga dapat mendorong perekonomian daerah dan membuka banyak lapangan kerja.

Kegiatan workshop ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendorong terjadinya akselerasi pengembangan ekonomi kreatif di Kota Kendari. Selepas dilaksanakannya kegiatan ini Kemenparekraf/Baparekraf mendorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif secara lebih komperhensif dengan mengikuti kegiatan Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) sehingga subsektor ekraf unggulan dapat terpetakan agar dapat fokus dan terarah dalam mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategi ekonomi domestik. Diharapkan Kota Kendari dapat terus konsisten dalam mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif dan turut memajukan ekonomi kreatif di daerah

Ketgam: Menteri Pariwisata dan ekonomi kretif Sandiaga Uno bersama Wali Kota Kendari Sulkarnain K, saat di beri tantangan membuat Sinonggi (makanan khas Sulawesi Tenggara) dalam giat Workshop Pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia 2022

Peserta yang mengikuti workshop bersama Mas Menteri ini tercatat ada 100 pelaku ekonomi kreatif yang berasal dari subsektor kuliner dan kriya. Untuk dapat mengikuti workshop, pelaku ekraf wajib mendaftarkan diri melalui website www.katakreatifindonesia.com dan melampirkan bukti surat keterangan sudah menjalankan usaha selama minimal enam bulan dari pemerintah setempat. Pendaftaran melalui website ini merupakan bagian dari strategi inovasi penggunaan teknologi big data untuk menggarap dan membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Your email address will not be published. Required fields are marked *