GRAB Langgar Kesepakatan, Sopir Taxi dan Angkot Anarkis
Keterangan Gambar :

GRAB Langgar Kesepakatan, Sopir Taxi dan Angkot Anarkis

262 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Menyikapi hasil rapat koordinasi yang diselenggarakan pada tanggal 22 November 2017 lalu mengenai eksistensi Angkutan Umum Berbasis Online (GRAB) di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), pihak supir angkutan umum konvensional (Taxi dan Angkot) terus melakukan pemantauan di lapangan.

Walaupun sudah disepakati bahwa saat ini pengoperasian GRAB di Kendari telah dihentikan, namun pada kenyatannya masih juga ditemukan pengemudi GRAB yang masih aktif beroperasi di Kota Kendari.

Hal tersebut tersecara otomatis dianggap telah melanggar kesepakatan yang telah disepakati dalam rapat koordinasi yang dihadiri oleh Ditlantas Polda Sultra, Dishub, Organda, Forssma, dan Perwakilan Pengusaha Taxi Sultra.

Foto : Emil Rusmawansyah / Radarsultra.co.id

Menanggapi hal tersebut, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kendari, Rahmad Buyung mengatakan bahwa pihaknya merasa dihianati oleh para pemangku kebijakan yang seharusnya mengawasi pergerakan GRAB di Kota Kendari.

“Itu memang yang selama ini kami sampaikan dan suarakan, tetapi pihak pemerintah dalam hal ini yang mempunyai kepentingan untuk menindak lanjuti itu tidak berbuat apa apa,” ungkap Rahmad Buyung, Rabu (29/11/2017).

Foto : Emil Rusmawansyah / Radarsultra.co.id

Lanjut Rahmad berbagai macam langkah prefentif telah dilakukannya bersama untuk menolak kehadiran GRAB di Kota Kendari, namun hal tersebut tidak bisa membendung kemarahan para supir yang sewaktu-waktu bisa melakukan hal-hal anarkis kepada para supir GRAB yang ditemukan masih beroperasi.

“Kami saat ini masih menunggu tindak lanjut dari pemangku kebijakan untuk menertibkan Pengoprasian GRAB di Kota Kendari, tapi pada kenyaanya saya masih melihat GRAB masih beroperasi,” lanjut Rahmad.

“Kalau GRAB tetap beroperasi, sebelum kami tindaki lebih keras, kami akan tanyakan dulu sama Kadis Perhubungan, lansasan hukum apa sehingga GRAB diberi izin, setelah kami coba mengklarifikasi ternyata pemerintah daerah menghianati peraturan perundang-undangan, disitulah kami main keras, jangan salahkan kami jika itu memang sudah diluar kontrol kami,” tambahnya.

Untuk itu, pihak Organda berharap agar pemerintah segera bertindak menertibkan pengoprasian GRAB untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan

“Saya berharap, pertama hentikan dengan total kegiatan Vendor Grab beroperasi di Kota Kendari, dan saya berharap teman-teman dari komunitas pengusaha Angkutan, bisa menahan diri, kita tunggu dalam waktu beberapa hari ini bagai mana pihak Dewan merespon hasil Hearing hari ini.” tutupnya. (B)