Gelapkan 10 Motor, Mahasiswi Cantik Asal Kendari Berakhir di Bui
Keterangan Gambar :

Gelapkan 10 Motor, Mahasiswi Cantik Asal Kendari Berakhir di Bui

401 views
0

Kendari, Radarsultra.co.id – Seorang gadis cantik asal Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) RA (23) harus menelan pahit setelah diboyong ke Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Mandonga, Kendari pada 30 Juni 2019 lalu.

Barang Bukti 10 Sepeda Motor yang berhasil diamankan oleh pihak polsek mandonga

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Mandonga, AKP. Jupen Simajuntak, S.I.K saat menggelar siaran media di Mapolsek Mandonga, Jumat, (05/07/2019).

AKP. Jupen Simajuntak, S.I.K mengatakan, RA yang masih berstatus sebagai seorang mahasiswi semester akhir (Semester 8) di salah satu universitas di Kota Kendari ini dilaporkan oleh korban NA (23) yang mengaku ditipu oleh RA dengan modus menyewa kendaraan korban dengan harga yang menggiurkan. Setelah disewa, pelaku RA malah menggadaikan motor korban ke orang lain.

“Adapun Modus Operandi yang dilakukan oleh tersangka adalah tersangka mendatangi para korban dengan alasan untuk menyewa motor dengan harga Rp. 700 ribu Rupiah, kemudian tersangka menggadaikan motor tersebut kepada orang lain, harga gadainya bervariasi, ada yang 3 juta ada yang 4 juta,” ungkap AKP. Jupen.

AKP. Jupen mengungkapkan, penangkapan RA berawal saat korban NA datang ke Polsek Mandonga untuk membuat laporan tentang penggelapan atau penipuan, disaat yang sama Pelapor NA juga langsung membawa RA ke Mapolsek Mandonga untuk diinterogasi.

“Untuk proses penangkapan pada tanggal 30 Juni kemarin korban mendatangi Polsek Mandonga dan sekalian juga mengamankan tersangka yang didatangkan tanggal 30 ke Polsek Mandonga, kemudian membuat laporan tentang penipuan atau penggelapan, setelah kita kembangkan informasi yang ada bahwasanya pelaku sudah melakukan beberapa kali penggelapan motor, ada 4 laptop dan 10 motor yang sampai saat ini berhasil kita amankan,” ungkapnya.

Sebelum tertangkap, RA juga diketahui pernah menggadaikan motor ibunya tanpa sepengetahuan orang tuanya sebagai pemilik motor.

“Iya motornya ibunya digadaikan juga, tapi motor ibunya sudah diambil sebelum ada laporan polisi,” kata Kapolsek Mandonga.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, motivasi pelaku untuk melakukan penipuan dan penggelapan diketahui adalah untuk kebutuhan sehari-hari.

“Untuk pasal yang disangkakan adalah pasal 378 atau 372 yaitu penipuan atau penggelapan, ancaman hukumannya 4 tahun penjara,” tukasnya.