Gandeng Pemda Konsel, Balar Sulsel Edukasi Ratusan Siswa Tentang Pentingnya Peninggalan Arkeologi
Keterangan Gambar : I Made Grya, Kepala Pusat Penelitian Arkeologi Nasional

Gandeng Pemda Konsel, Balar Sulsel Edukasi Ratusan Siswa Tentang Pentingnya Peninggalan Arkeologi

147 views
0

Konawe Selatan, Radarsultra.co.id – Balai Arkeologi Sulawesi Selatan (Sulsel) bekerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) dan Jurusan arkeologi Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar kegiatan expo, edukasi, disertai lomba desain batik dan lomba vidio maker sekaligus melaunching buku luruh dalam peradaban karya apex tahun 2017 di salah satu resort ternama di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kegiatan expo, edukasi, disertai lomba desain batik dan lomba vidio maker

Pada kegiatan yang dinamai Rumah Peradaban ini, sesuai temanya “Mengenali Warisan Peradaban, Mengembangkan Inovasi”, ratusan pelajar dari SMAN 4 Konsel, SMA 13 Konsel, SMAN 2 Konsel, SMAN 5 Kendari,  SMAN 9 Kendari, SMA Kartika Kendari dan Mahasiswa Arkeologi UHO diedukasi tentang pendekatan baru dalam memanfaatkan dan memaknai tinggalan arkeologis.

Kepala Balai Arkeolog Sulsel, M. Irfan Mahmud mengatakan, selama 3 hari mulai 20 sampai 22 November 2019, pihaknya mengajak siswa dan siswi SMA untuk lebih dekat dengan dunia arkeologi dengan berbagai kegiatan seperti pembuatan video dokumenter dan motif desain batik yang berasal dari tinggalan artefaktual.

“Kegiatan kali ini menghasilkan pendekatan baru dalam memanfaatkan dan memaknai tinggalan arkeologis. Pada kegiatan kali ini siswa siswi menghasil film dokumenter dan motif batik asli yg coraknya berasal dari tinggalan arkeologi,” katanya, Jumat malam, (22/11/2019).

Melalui kegiatan ini, ia berharap agar kegiatan ini bisa menjadi stimulan bagi generasi muda untuk menyadari bahwa tinggalan arkeologi tidak hanya dilihat dari sudut pandang sejarah tetapi juga dapat dilihat dari sudut pandang ekonomi kreatif.

“Hal inilah yang mengilhami balai arkeologi untuk menginisiasi materi lomba desain motif batik yg berasal dari artefak arkeologi,” ungkapnya