Gakkum KLHK Sita Tiga Unit Excavator Dugaan Penambangan Ilegal
Keterangan Gambar : Kawasan penambangan Blok Mandiodo, Konawe Utara. (Gambar Istimewa)

Gakkum KLHK Sita Tiga Unit Excavator Dugaan Penambangan Ilegal

0

Konawe Utara, Radarsultra.co.id – Tim Direktorat Jenderal Penegakkan Hukum (Gakkum) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI menyita tiga unit excavator di lokasi Blok Mandiodo IUP PT Antam, Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sabtu, (23/10/2021).

Ketgam: Plang yang sebelumnya telah dipasang oleh Gakkum KLHK RI di kawasan penambangan Blok Mandiodo, Konawe Utara. (Gambar Istimewa)

Sebelumnya pihak Gakkum KLHK selama berada di wilayah lokasi IUP PT Antam melakukan pengawasan, pengamanan, penanganan pengaduan, penyidikan, penerapan hukum administrasi, perdata, dan pidana dalam ranah lingkungan hidup dan kehutanan, serta dukungan operasi penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan.

Berdasarkan pemeriksaan tim KLHK di wilayah 11 IUP selama seminggu ditemukan ada salah satu perusahaan masih melakukan aktivitas diareal terlarang yang telah telah dimenangkan PT Antam atas 11 IUP tumpang tindih.

Kepala KPHP Laiwoi Utara Yusuf Baso, saat dikonfirmasi via telepon belum bisa memberikan komentar terkait turunnya Gakkum KLHK di Blok Mandiodo dan pihaknya hanya mendampingi tim Gakkum.

Hari ini ada barang bukti tiga unit excavator yang diamankan dan akan dibawa menuju Kendari melalui pengawalan Brimob Polda Sultra untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Seorang saksi yang enggan disebutkan namanya membenarkan bahwa pihak Gakkum KLHK telah menemukan perusahaan Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) diduga melakukan penambangan ilegal di wilayah eks 11 IUP tumpang tindih dengan PT Antam.

Sekarang aktivitas disana telah berhenti dengan ditandai areal penyegelan yang dilakukan tim Gakkum KLHK RI,” katanya.