Formula Menolak Datangnya Azab dan Bala Bencana
Keterangan Gambar : La Nita, S.Pd., M.M. kepala BPKSDM Kabupaten Buton Utara

Formula Menolak Datangnya Azab dan Bala Bencana

222 views
1

Pertama: Bertaubat Kepada Allah

Tindakan pertama yang harus segera kita lakukan adalah kembali dan bertaubat kepada Allah. Imam Ibnul  Qayyim rahimahullah (dalam Miftah Daris Sa’adah, 1:287) mengatakan:“Tidaklah suatu bala’ turun melainkan karena dosa, dan tidaklah bala’ tersebut akan diangkat melainkan dengan taubat.”

Kedua: Menegakkan Tauhid, Menjauhi Syirik

Dengan tegaknya tauhid dan hilangnya kesyirikan pada suatu negeri, maka dijamin keamanan dan kemakmuran bagi negeri tersebut akan terwujud. Janji Allah dalam firman-Nya,

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi.(Syaratnya) mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apapun…” (QS. an-Nur: 55)

Ketiga: Menghidupkan sunah Rasulullah dan Senantiasa Beristigfar

Menjadikan sunah Rasulullah sebagai praktik hidup yang mendarah daging di tengah masyarakat kita adalah salah satu tameng paling ampuh untuk menolak adzab dan bencana.

Dan tidaklah Allah akan mengadzab mereka (orang-orang kafir di Mekah) sementara engkau (Wahai Muhammad) masih berada di tengah-tengah mereka, dan tidaklah Allah akan mengadzab mereka selama mereka senantiasa ber-istigfar.” (QS. Al-Anfal: 33)

Keempat: Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Jika sebuah komunitas ingin terhindar dari adzab Allah, maka orang-orang mukmin dalam komunitas tersebut harus saling nasihat-menasihati untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Kemaksiatan yang terjadi di sekitar mereka, tidak boleh dibiarkan begitu saja. Harus ada pengingkaran dan usaha untuk merubah kemungkaran tersebut sebisa mungkin, tentunya dengan cara-cara yang dibenarkan oleh syariat. Jika tidak, inilah yang bakal terjadi:

Tidaklah merebak pada suatu kaum praktik kemaksiatan, lantas mereka tidak menghilangkan kemaksiatan tersebut, padahal mereka mampu, melainkan sedikit lagi mereka akan ditimpakan oleh Allah adzab yang merata.” (Shahih, lih. Misykaatul Mashaabiih, 5142)

Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan dan perbaikan.” (QS. Huud: 117)

Kelima: Berdoa dan Berharap Kepada Allah

Sebagaimana hanya Allah yang mampu menurunkan adzab kepada hamba-Nya, maka hanya Allah pula yang mampu mengangkat atau menolak adzab tersebut.

“Sesungguhnya doa itu bermanfaat pada apa-apa yang telah terjadi (berupa musibah, dll) dan bermanfaat pada apa-apa yang belum terjadi. Maka wajib atas kalian untuk berdoa wahai hamba-hamba Allah!” (Shahih at-Targhiib wat Tarhib, no.1634)

Tidak ada yang mampu menolak takdir kecuali doa.” (Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib: 1638)

“Doa termasuk obat yang paling mujarab. Ia adalah musuh bagi bala’, yang menolaknya, yang memperbaiki dampak buruknya, yang mencegah turunnya, yang mengangkat bala’ tersebut, atau meringankannya jika ia telah turun, dan ia adalah senjata mukmin.” (Jawabul Kafir, 1:10)

Oleh La Nita, S.Pd., M.M.
Penulis adalah ASN di Kabupaten Buton Utara yang mengisi jabatan strategis sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Buton Utara. Semasa kuliah penulis juga merupakan Kader HMI.