Empat Tahun Pengabdian Abu Hasan-Ramadio Membangun Buton Utara
Keterangan Gambar :

Empat Tahun Pengabdian Abu Hasan-Ramadio Membangun Buton Utara

288 views
0

Butur, Radarsultra.co.id – Sejak dilantik pada 17 Februari 2016 lalu, pasangan Bupati Buton Utara (Butur) Abu Hasan dan Wakil Bupati Butur Ramadio yang dikenal dengan akronim ABR (Abu Hasan, Ramadio) mulai bergerak mewujudkan Visi untuk menjadikan Butur menjadi daerah yang Aman, Berbudaya, Religius dan menjadikan Butur sebagai Kabupaten Organik.

Setelah 4 (empat) tahun menjalankan roda kepemerintahan Butur, Abu Hasan bersama Ramadio telah berhasil mewujudkan sebagian Visi – Misi dan menorehkan berbagai prestasi di berbagai bidang.

Pembentukan Polres, Kodim dan Sinergitas Dengan Penegak Hukum

Visi Bupati Butur, Abu Hasan bersama wakilnya, Ramadio untuk mewujudkan Butur menjadi daerah yang aman secara bertahap terus diwujudkan, perlahan tapi pasti keamanan di Butur terus meningkat dari waktu ke waktu, hal tersebut didukung dengan terbentuknya Kepolisian Resor (Polres) Buton Utara (Butur) yang diresmikan langsung oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Brigjen Pol. Merdisyam pada 15 Januari 2020 lalu.

Peresmian Polres Buton Utara

Atas kerjakeras dan sumbangsihnya dalam pembentukan Polres Butur,  Abu Hasan mendapatkan penghargaan dari Kapolda Sultra, Brigjend Pol. Merdisyam yang diserahkan bersamaan dengan peresmian Polres Butur pada 15 Januari 2020 lalu.

Tidak cukup samapai disitu, untuk memberikan jaminan keamanan pada masyarakatnya, Pembangunan Komando Distrik Militer (Kodim) juga saat ini sedang dilakukan dan akan diresmikan pada tahun 2020.

Di daerah pelosok Butur juga Abu Hasan mewajibkan pembentukan pos kamling di tiap-tiap desa dan membangun sinergitas dengan aparat penegak hukum.

Butur Berbudaya, Destinasi Wisata Dunia

Untuk melestarikan budaya asli Kabupaten Butur, dimasa kepemimpinannya, Abu Hasan bersama Ramadio menggelar Festival Bharata Kulisusu yang nantinya akan dilaksanakan secara berkelanjutan di masa-masa mendatang.

Melalui Bharata Kulisusu, tradisi daerah Kulisusu, Kabupaten Butur yang dikenal dengan sebutan “Perere” (sunat adat Kulisusu) terus dilestarikan oleh Pemda dari generasi ke generasi.

Sunat adat Kulisusu dilestarikan dalam bharata kulisusu

Sunat adat Kulisusu atau Perere yang biasanya dilaksanakan secara sendiri-sendiri atau paling banyak 4 (empat) hingga 6 (enam) orang dalam sekali prosesi Perere, melalui Barata Kulisusu dilakukan secara masal dengan peserta mencapai 40 orang anak (peserta) dalam sekali prosesi.

Tidak hanya itu, melalui Bharata Kulisusu, Pemda Butur terus memelihara budaya daerah lainnya yang menjadi warisan leluhur di tanah Kulisusu yang menjadi ciri khas atau identitas masyarakat Butur.

Prosesi parere sunat adat kulisusu

Tidak hanya warisan budaya, Kulisusu “Wita Tinadeakono Sara” (daerah yang terbentuk dari budaya) juga mewariskan banyak kekayaan alam yang  berpotensi menjadi destinasi wisata yang dapat menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara.

Dimasa kepemimpinan Abu Hasan bersama Ramadio, Pemda Butur terus membenahi destinasi wisata di berbagai daerah Butur agar bisa menjadi tujuan wisata masyarakat daerah hingga mancanegara.

Terbukti, kerja keras Abu Hasan dibidang pariwisata telah mengantarkan Buton Utara menjadi daerah tujuan Sail Wonderful Indonesia yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai Negara pada 12 Agustus 2019 lalu.

Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Tenaga Pengajar

Pemda Butur di bawah kepemimpinan Abu Hasan, telah mengucurkan anggaran untuk membenahi sarana pendidikan di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Beberapa sekolah yang telah dibenahi diantaranya 2 (dua) Ruang Kelas Belajar (RKB) di SDN 2 (dua) Lipu, 2 (dua) RKB di SDN 1 Lemo, 1 (satu) RKB SDN 1 Eengkapala, 3 (tiga) RKB SDN 1 Kuburuno 3, 2 (dua) RKB di SDN 1 Bubu Barat, 3 (tiga) RKB di SDN 1 Bumi La Pero, 2 (dua) RKB di SDN 1 Sumampeno, SDN 1 Ronta, SDN 1 Buranga, SDN 1 Wacu Laea, Ruang Kelas di SDN 1 (satu) Tri Wacu wacu, SDN 1 Buranga, SDN 1 Bonegunu, SDN 1 Lasiwa, SDN 1 Mata, SDN 1 Bubu, SDN 2 Bonegunu, SDN 2 Kambowa, SDN 1 Saraea, SDN 1 Waode Kalowo, SDN 1 Dampala Jaya, SDN 1 Lanoipi, SDN 1 Buranga, SDN 1 Labajaya dan SDN 1 Tanah merah.

Selain perbaikan sekolah, Pemda Butur juga mengadakan buku koleksi perpustakaan bagi para pelajar serta penambahan fasilitas sekolah hingga ke wilayah pelosok.

“Di pelosok daerah hampir semua sudah memiliki sekolah meskipun dengan kondisi yang terbatas, untuk memotivasi guru, tenaga pengajar berprestasi diberikan penghargaan sebagai dorongan atau motivasi untuk guru-guru yang  lain agar mengukir prestasi dalam dunia pendidikan,” kata Abu Hasan, Senin, (17/02/2020).

Bersama Ramadio, Abu Hasan juga telah menyalurkan bantuan pendidikan kepada 720 mahasiswa di jenjang Strata Satu (S1) dan Strata Dua (S2)/Magister dengan rincian 22 orang di tahun 2017,  141 orang di 2018, dan 557 orang di 2019.

Di tahun 2017, Abu Hasan mengalokasikan bantuan pendidikan sebesar Rp. 371 juta yang diberikan kepada 13 mahasiswa S1 dan ( mahasiswa S2. Di tahun 2018, anggaran bantuan pendidikan mengalami peningkatan menjadi Rp. 500 juta yang dierikan kepada 130 orang mahasiswa S1 dan 6 orang mahasiswa S2 dan 3 orang pelajar Diploma tiga (D III). Anggaran bantuan pendidikan terus mengalami peningkatan hingga di 2019 anggaran yang dialokasikan sebesar 1 Miliar yang diberikan kepada 518 mahasiswa S1, 5 mahasiswa S2 dan 29 pelajar di tingkat D III.

Wujudkan Butur Sehat

Di bidang kesehatan, selama 4 (empat) tahun kepemimpinannya, Bupati Butur, Abu Hasan secara konsisten terus meningkatkan kualitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buton Utara dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Terakreditasi.  Berkat kerja keras dan kerja ikhlasnya, Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Butur, Abu Hasan – Ramadio bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, RSUD Butur dan beberapa Puskesmas di Butur telah mengantongi Akreditasi dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS).

Tidak hanya itu, Pemda Butur juga terus memaksimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakatnya dengan memberikan subsidi kepada 23 ribu warga Butur penerima BPJS.

Butur Religius

Menjadi seorang pemimpin tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur daerah, hal pentig yang perlu dibentuk untuk menciptakan suatu daerah yang makmur, maju dan tentram harus dimulai dari individu yang taat beragama dan berakhlak mulia.

Salah satu visi Bupati dan Wakil Buati, Abu Hasan – Ramadio adalah untuk menjadikan Butur daerah yang religius, sakah satunya dengan membangun rumah-rumah ibadah di seluruh pelosok daerah Butur.

Di tahun keempat kepemimpinannya, Abu Hasan terhitung telah mengucurkan anggaran senilai miliaran rupuah untuk membangun masjid-masjid di beberapa desa, Masjid Raya At-Taqwa dan gedung Islamic Center yang saat ini telah dimanfaatkan oleh masyarakat Butur.

Untuk membangun Islamic Center sebagai pusat kegiatan Keagamaan, Abu Hasan rela mengeluarkan anggaran daerah hingga miliaran rupiah. Sejak diresmikan pada 2018 lalu, Gedung Islamic Center sendiri telah digunakan sebagai tempat pelaksanaan MTQ XXVII Sultra 2018, MTQ tingkat Kabupaten Butur pada 6 Februari 2020 lalu dan upacara hari-hari besar lainnya.

Tidak hanya itu, tujuan pembangunan Gedung Islamic Center Butur juga sebagai wadah pembinaan umat Muslim untuk mewujudkan Butur yang Religius.

Butur Kabupaten Organik

Kabupaten Buton Utara memiliki potensi pertanian yang sangat besar, tidak heran jika salah satu visi Bupati dan Wakil Bupati BUtur, Abu Hasan – Ramadio yaitu menjadikan Butur sebagai Kabupaten Organik.

Pengembangan padi organik Kabupaten Buton Utara

Empat tahun kepemimpinannya, Abu Hasan – Ramadio terus mengembangkan pertanian organik sebagai program unggulannnya, terebukti, program tersebut telah menjadikan Kabupaten Butur sebagai daerah penghasil pangan organik.

Dengan terobosan organiknya, Abu Hasan – Ramadio telah menerima berbagai penghargaan hingga penghargaan dari Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan atas komitmen dan konsistensinya dalam mengembangkan perkebunan organik.

Tidak hanya tanaman organik, Dengan bantuan dari Bank Indonedia, Pemda Butur saat ini juga telah mengembangkan pupuk organik dengan membangun pabrik pupuk organik di Desa Dampala Jaya.

Bukti kerja keras ABR untuk menjadikan Butur Kabupaten Organik juga nampak dengan adanya pabrik kelapa Terpadu  Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) di Kulisusu Utara yang diresmikan pada akhir 2019 lalu.

Di sektor kelautan, sejak 2016 hingga awal 2020 ABR telah memberikan batuan kepada ratusan nelayan berupa ratusan perahu, mesin katinting, tali romping dan peralatan tangkap ikan lainnya. Hal tersebut dilakukan untuk membantu meningkatkan produktivitas nelayan yang akan berpengaruh pada peningkatan ekonomi rakyat.

Selain bantuan alat tangkap ikan, Bupati dan Wakil Bupati Butur, Abu Hasan – Ramadio juga terus mengembangkan budidaya rumput laut Kulisusu. Bibit unggul rumput laut Kulisusu yang telah disalurkan kepada 18 kelompok tani dengan jumlah 475 orang dikembangkan di sepanjang teluk Kulisusu seluas 6.859 hektare.

Hadirkan Investor, Dongkrak Penjualan Kopra Putih

Kabupaten Butur merupakan daerah yang kaya akan hasil pertanian, salahsatunya adalah kelapa yang bisa diolah menjadi Kopra Putih.

Berdasarkan data dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, luas tanam Kelapa di Kabupaten Butur mencapai kurang lebih 6000 Hektare (Ha). Namun pemasaran dan penjualannya belum bisa meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Untuk dapat keluar dari persoalan tersebut, Pemda Butur menghadirkan solusi dalam giat sosialisasi peningkatan pengolahan Kopra Putih bersama Kementerian Desa (Kemendes) Republik Indonesia (RI) dengan menggandeng PT. Indonesia Commodity (INACOM) selaku pasar yang siap menampung hasil produksi Kopra Putih petani Buton Utara.

Bupati Buton Utara, Abu Hasan mengatakan, dengan pengolahan dan pemasaran yang tepat, produksi Kopra Putih diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat desa.

Selama ini nilai kelapa kita jual dalam bentuk butiran, butiranpun harganya naik turun, pembelinya juga terbatas,” kata Abu Hasan.