Empat Bekal Terbaik Menuju Akhirat
Keterangan Gambar : Oleh La Nita, S.Pd., M.M.

Empat Bekal Terbaik Menuju Akhirat

2857 views
9

Radarsultra.co.id – Ketika sakit menjelang wafat, Abu Hurairah sempat menangis. Ketika ditanya, beliau berkata, “Aku menangis bukan karena memikirkan dunia, melainkan karena membayangkan jauhnya perjalanan menuju negeri akhirat. Aku harus menghadap Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa. Aku tak tahu, perjalananku ke sorga tempat kenikmatan atau ke neraka tempat penderitaan.?” Lalu Abu Hurairah berdo’a: “Ya Allah, aku merindukan pertemuan dengan-Mu, kiranya Engkau pun berkenan menerimaku. Segerakanlah pertemuan ini”! Tak lama kemudian, Abu Hurairah berpulang ke rahmatullah.

Setiap Muslim mesti mengingat kematian, dan memperbanyak bekal dalam perjalanan panjang menuju negeri akhirat. Setiap perjalanan, sejatinya, memerlukan bekal, baik fisik maupun non fisik (spiritual).

Apakah bekal terbaik ? Simak empat bekal terbaik berikut:

Pertama, kekuatan iman dan taqwa kepada Allah SWT.

Wataza wwaduu fainna khayra zzaadi ttaqwaa wattaquuni yaa ulil albaabi. “Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa, dan bertakwalah kepada-Ku, hai orang-orang yang berakal.” (QS. Al-Baqarah: 197).

Salah satu Ciri yang orang takwa adalah yu`minu bi al-ghayb (QS. Al-Baqarah/2: 3). Keimanan kepada yang ghaib termasuk kepada hari akhir memberikan kemampuan kepada manusia untuk menembus batas-batas alam fisik, menuju alam rohani yang tak terbatas, yaitu Allah SWT.

Kedua, Kemampuan menjaga setiap godaan dan kesenangan duniawi yang menipu.

Yaa ayyuhannaasu Inna wa’ dallaahi Haqqun. Falaa tagurrannakumul hayaatuddunyaa. “Hai manusia. Sesungguhnya janji Allah adalah benar. Maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu( Q.S. Faathir : 5). Bukan berarti kita menolak dunia atau meninggalkannya, tetapi mengelola dunia dan menjadikannya sebagai sarana untuk memperbanyak ibadah dan amal shalih. Dunia hanyalah alat dan infrastruktur menyiapkan bekal dan bukan tujuan akhir.

Ketiga, kemampuan menjadikan semua aset yang dimiliki sebagai modal untuk kemuliaan di akhirat. 

“Laqad khalaqnal insaana fiy ahsani taqwiymin”. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya( Q.S. At tiin : 4). Hal ini hanya mungkin dilakukan bila kita percaya kepada Allah, dan percaya pada balasan-Nya.

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.” (QS. Al-Baqarah/2: 45-46).

Keempat, Semangat dan kesungguhan dalam mengarungi kehidupan. 

“Wallaziyna jaahaduu fiynaa lanahdi yannahum subulanaa. Wainnallaaha lama al muhsiniyna”. Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (Q.S. Al ankabut: 69).

Perjuangan itu bersifat multidimensional dan multi-quotient, meliputi perjuangan fisikal (jihad), intelektual (ijtihad), dan spiritual (mujahadah). Allah SWT akan membukakan pintu-pintu kemenangan bagi orang yang berjuang dan memiliki determinasi dalam perjuangan. (QS. Al-`Ankabut/29:69).

Oleh La Nita, S.Pd., M.M.
Penulis adalah ASN di Kabupaten Buton Utara yang mengisi jabatan strategis sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Buton Utara. Semasa kuliah penulis juga merupakan Kader HMI.